Hendri: Sebentar Lagi Ada yang Nuduh Wali Kota Tegal Lagi Cari Panggung Mau Jadi Gubernur Jateng! Jangan Ya

bhinnekanusantara.id – Keputusan Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan isolasi tingkat wilayah (sejumlah media menyebut local lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona menjadi buah bibir. Keputusan itu awalnya menjadi polemik karena dianggap berseberangan dengan pemerintah pusat, tetapi belakangan ditegaskan bahwa langkah itu sudah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

Keputusan Wali Kota Dedy Yon Supriyono oleh sejumlah kalangan dinilai rawan dipolitisir, mengingat tahun ini merupakan tahun politik, akan berlangsung pilkada serentak (kalau jadi).

Menurut prediksi pengamat politik Hendri Satrio yang disampaikan melalui akun Twitter @satriohendri bakal ada yang menuding Dedy sedang mencuri perhatian publik melalui kebijakan karantina wilayah.

“Sebentar lagi ada yang nuduh walikota Tegal lagi cari panggung mau jadi Gubernur Jateng! Jangan ya… jangan gitu… dimengerti aja, lockdown, walikota ini sedang ingin melindungi warganya!” kata Hendri.

Setelah keputusan isolasi wilayah diambil, Pemerintah Kota Tegal akan menutup sekitar 50 titik ruas jalan perbatasan yang menjadi akses keluar dan masuk arus lalu lintas di wilayah itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dedy mengatakan akses keluar masuk Kota Tegal akan diberi beton movable concrete barrier  bakal diberlakukan mulai 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020.

“Kami minta warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Keputusan ini memang dilematis, namun warga harus bisa memahami karena hal ini untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Keputusan isolasi wilayah dilakukan setelah ada seorang warga Kota Tegal yang terinfeksi Covid-19.

“Sudah ada pasien positif virus corona sehingga Kota Tegal masuk zona merah darurat corona. Sebagai bentuk kepedulian pemkot akan memberikan bantuan sosial khususnya bagi masyarakat kecil atau miskin,” kata dia.

Selain menutup akses masuk masyarakat ke dalam Kota Tegal, pemerintah akan melakukan pemadaman lampu jalan protokol pada malam hari khususnya pada waktu banyak masyarakat masih berkumpul.

Menurut laporan Antara, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota AKP Bakti Bahtiar mengatakan saat ini sebagian kendaraan baik dari arah timur (Semarang) menuju Jakarta atau sebaliknya dialihkan ke jalan lingkar utara.

“Arus lalu lintas masih terpantau lancar. Namun, untuk penyekatan arus lalu lintas masih dipelajari karena kami masih menunggu perintah dari pemkot,” katanya.

Ia menambahkan dengan kategori sebagai zona merah Covid-19, warga diimbau tetap berada di rumah saja (stay at home), jaga jarak (social distancing), membatasi kerumunan, dan kontak dengan warga luar.

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi