Ini Fungsi Pagar Majapahit Temuan Perajin Bata di Mojokerto

bhinnekanusantara.id – Bangunan purbakala berupa pagar ditemukan perajin bata merah di Mojokerto. Karena ketebalannya mencapai 110 cm, pagar tersebut diperkirakan menjadi pelindung bagi permukiman kaum bangsawan Majapahit.

Situs purbakala ini pertama kali ditemukan di lahan yang disewa Muchlison dan Nurali untuk membuat bata merah. Lokasinya di areal persawahan Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Struktur kuno ini baru digali sebagian oleh Muchlison dan Nurali. Bangunan purbakala ini berada pada kedalaman 1 meter dari permukaan tanah. Diperkirakan struktur berbentuk pagar ini banyak yang masih terpendam di dalam tanah.

Bagian yang sudah nampak membentang dari selatan ke utara sepanjang 21 meter. Ketebalan pagar mencapai 110 cm. Sementara tingginya 60 cm, tersusun dari 12 lapis bata merah kuno. Setiap bata merah penyusunnya mempunyai dimensi 31x21x6 cm.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Nugroho Harjo Lukito mengatakan, situs baru ini diperkirakan saling terkait dengan situs Kumitir yang ditemukan tahun 2017. Saat itu pihaknya juga menemukan bangunan kuno berbentuk pagar di 3 titik tak jauh dari temuan baru di Dusun Bendo.

Dari hasil pemetaan yang dia lakukan, pagar-pagar tersebut diperkirakan mengelilingi sebuah permukiman zaman Majapahit. Sekitar 100 meter di sebelah barat pagar yang baru ditemukan, terdapat sebuah punden yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Adanya punden dan sumur-sumur kuno di area yang sama menjadi petunjuk sisa-sisa permukiman pada masa lampau.

“Jelas ini pagar untuk sebuah permukiman masa Majapahit, tapi Majapahit awal, pertengahan, atau akhir belum bisa dipastikan. Karena belum ditemukan artefak yang menunjukkan masanya,” kata Nugroho kepada wartawan di lokasi penemuan situs purbakala, Jumat (21/6/2019).

Bangunan pagar kuno yang baru ditemukan ini, lanjut Nugroho, bukan untuk melindungi permukiman rakyat biasa pada zaman Majapahit. Karena ketebalan pagar mencapai 110 cm.

Juga terdapat beberapa bagian masing-masing selebar 120 cm, lebih tebal 20 cm dibandingkan bagian lainnya. Jarak antar tonjoloan 445 cm. Tonjolan-tonjolan tersebut menjadi penguat pagar agar tak mudah ambruk.

“Pagarnya sangat tebal, bisa jadi pagar untuk permukiman khusus yang dihuni oleh kaum saudagar kaya, bangsawan atau pejabat kerajaan Majapahit. Karena pada masa itu ada pengelompokan (kasta) masyarakat. Kaum bangsawan mempunyai permukiman sendiri yang dikeliling pagar,” terangnya.

Arekolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, dari hasil pemetaan sementara, pihaknya menemukan 4 titik bangunan purbakala berupa pagar di areal persawahan Dusun Bendo. Berdasarkan letaknya, pagar-pagar tersebut diperkirakan mengelilingi punden sekitar 100 meter di sebelah barat temuan baru.

“Pada masa Majapahit, permukiman kaum bangsawan terdiri dari beberapa bagian. Salah satunya punden yang berfungsi sebagai tempat pemujaan,” ungkapnya.

Terkait temuan ini, lanjut Wicaksono, pihaknya belum berencana melakukan ekskavasi. Dia meminta para perajin bata merah di lokasi penemuan situs agar tak melakukan pengrusakan. Bagi warga yang melaporkan temuan situs purbakala dijanjikan kompensasi berupa uang oleh BPCB Jatim.

“Kami berpesan ke para perajin bata merah boleh mengambil tanah, tapi jangan sampai merusak situs. Kami akan melibatkan juru pelihara untuk memonitor secara berkala. Kami juga akan sosialisasi ke perangkat desa untuk mengamankan temuan ini,” tandasnya.

 

 

Sumber : Detik

Editor : Kiss login by Polda Jateng

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.