oleh

Irwandi Yusuf Sudah Berbuat Banyak untuk Rakyat Aceh

bhinnekanusantara.id – Mantan Asistensi Gubernur Aceh, Bahtiar Abdullah menyatakan, Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf banyak membuat program untuk masyarakat Aceh selama menjabat sebagai kepala daerah. Program-program di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya dijalankan Irwandi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Hal ini diutarakan Bahtiar saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/3/2019).

“Setelah dia (Irwandi Yusuf) jadi Gubernur itu saya lihat banyak usaha untuk membantu rakyat Aceh, seperti meningkatkan standar pendidikan, kesehatan, sosial, dengan program-programnya,” kata Bahtiar Abdulla.

Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini membeberkan program-program yang dicanangkan Irwandi selama menjabat Gubernur Aceh. Beberapa di antaranya, Aceh Hebat, Aceh Pandai, dan Aceh Bermartabat. Namun, Bahtiar mengungkapkan, setelah Irwandi terjerat persoalan hukum, beberapa program yang telah dicanangkan belum sempat terlaksana dengan baik.

“Dari situ saya lihat banyak program itu yang telah disusun tetapi sayang belum sempat terlaksana,” tegas Bahtiar.

Sementara itu, Irwandi mengaku membuat program beasiswa selama dirinya menjabat sebagai Gubernur. Dia menyebut, hampir ribuan masyarakat di Aceh mendapat program beasiswa hingga tamat pendidikan.

“Ada 2.600 orang yang saya kirim ke luar negeri, di dalam negeri saya enggak tahu jumlahnya. Kemudian di Aceh kan pascakonflik dan tsunami Aceh banyak anak yatim dari tahun 2008 saya rintis dan 2009 direalisasi dan berikan beasiswa kepada 120 ribu anak yatim, anak SD sampai tamat SMA,” katanya.

Pada 2017, pemerintah Aceh memberikan beasiswa dengan nominal Rp 2,4 juta per peserta. Program beasiswa untu rakyat Aceh ini didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). “Dari dana APBA, kemudian saya tekankan lagi pada 2017 menjadi Rp 2, 4 juta per-anak,” kata Irwandi.

Persidangan kali ini juga menghadirkan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Soleman mengungkapkan upaya Irwandi dalam upaya perdamaian di Aceh. Nama Irwandi yang merupakan Koordinator Juru Runding GAM tercatat dalam Perjanjian Helsinki yang disepakati pemerintah Indonesia dan GAM pada 2005.

“Saya merasakan betul bagaimana dia (Irwandi) membangun trust(kepercayaan). Karena tanpa trust, tidak mungkin kita jalankan MoU itu,” kata Soleman.

Dikatakan, salah satu poin penting dalam Perjanjian Helsinki saat itu adalah kesepakatan penyerahan senjata GAM dan pengurangan pasukan TNI di Aceh.

Menurut Soleman, TNI awalnya memperkirakan GAM hanya memiliki sekira 400 pucuk senjata campuran. Namun, Soleman mengaku terkejut saat Irwandi menyebut bahwa GAM memiliki 812 pucuk senjata untuk berperang. Hal tersebut dibeberkan Irwandi saat hadir di Perjanjian Helsinki.

“Kami terbengong karena yang kami tahu 400 senjata, tapi beliau bilang 812. Begitu penyerahan, senjata campuran ada 1.065. Yang full pabrikan 807, memang tidak sampai 812,” papar Soleman.

Diungkapkan Soleman, Irwandi langsung terjun ke lapangan untuk memeriksa satu per satu pucuk senjata yang diserahkan ke pemerintah Indonesia saat kondisi panas terik. Bahkan, sambung Soleman, saat itu kacamata Irwandi sampai pecah karena mengokang banyak senjata.

“Dia periksa apakah senjata masih bisa bekerja dengan baik sampai kacamatanya pecah. Betapa kemauan beliau menjanjikan penyerahan senjata itu tercapai,” kata Soleman.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Irwandi telah menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar terkait Dana Otonomi Khusus Aceh. Jaksa juga mendakwa Irwandi telah menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp 8,71 miliar.

Jaksa juga mendakwa Irwandi dan Izil Azhar telah menerima gratifikasi sebesar Rp 32,45 miliar dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp 32,45 miliar terkait pembangunan Dermaga Bongkar ‎pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Sabang Aceh yang dibiayai APBN.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng