Jalan Surokonto Kulon Longsor, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

bhinnekanusantara.id – Dinas Perhubungan dan Polres Kendal melarang kendaraan berat melintas di jalan beton Surokonto Kulon Pageruyung yang longsor. Rambu larangan mulai dipasang dan perbaikan akan segera dilakukan. Bupati Kendal Mirna Annisa saat dikonfirmasi membenarkan adanya jalan yang longsor tersebut.

Pihaknya sudah memerintahkan jajarannya untuk menutup jalan tersebut dan menutup beberapa perusahaan galian C untuk tidak beroperasi sambil memperbaiki longsor.

“Demi keamanan semua truk galian c tidak boleh melintas di sepanjang jalan Weleri Pageruyung tersebut. Dinas Perhubungan Kendal sudah memasang rambu-rambu larangan melintas untuk roda empat atau lebih,” katanya.
Ruas jalan beton menggantung akibat tanah penyangganya longsor ini rencananya bakal dibuatkan talut cor beton.

“Semoga Senin (20/1/2020) depan, sudah kelar review designnya, dan langsung bisa dilelangkan,” kata Kepala DPUPR Kendal Sugiono.

Longsornya tanah penyangga itu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Tanah yang mengalami longsor sepanjang 15 meter dan memakan bagian bawah beton selebar 1,5 meter.

Sugiono mengungkapkan, bahwa jalan beton Desa Surokonto itu berada di perbukitan. Yakni dengan kontur tanahnya pada bagian sisi lainya adalah jurang. Dengan demikian maka pada saat musim hujan yang cukup ekstrem atau berintensitas tinggi maka air yang mengalir di bukit selama saluran tertutup tanah maka aliran airnya akan turun ke sisi jurang.

“Pada saat kondisi tersebut maka akan terjadi gerusan tanah dari jalan beton ke berem. Karena depanya jurang yang sangat dalam sampai 50 meter, sehingga gerusan hingga sebabkan longsoran. Untungnya saja jalanya masih kuat. Meski bawah jalan sudah tergerus. Tindak lanjut kami, untuk jalan beton yang rawan gerusan akan dibuatkan talut,” ungkapnya.

Diberitakan, menurut warga setempat bahwa lokasi longsor tanahnya labil. Hal ini di buktikan dengan adanya senderan yang sudah dibangun puluhan tahun ikut hanyut.

“Pagi tadi saya lihat tanah sudah longsor dan posisi beton cor menggantung karena tanah yang selama ini menahan dan jalan lama sebelum cor sudah longsor,”kata Wurianto.

Sebelum jalan di beton pernah terjadi longsor. Hal itu juga yang menbuat perusahaan tambang yang ada disekitar lokasi mananam pohon sengon. Bahkan beberapa perusahaan tambang juga melakukan pembibitan sengon.
“Pohon sengon yang ditanam belum besar, maka saat tanah penyangga longgor ikut ambruk,” terangnya.

sumber : ayosemarang

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi