Jangan Pernah Lengah

bhinnekanusantara.id – Pemerintah diminta lebih meningkatkan pencegahan dini terorisme melalui upaya deradikalisasi untuk mengantisipasi terus berulangnya aksi terorisme di Indonesia.

“Memang cegah dini yang harus ditingkatkan, bagaimana meningkatkan, mendidik, melakukan upaya-upaya deradikalisasi khususnya terhadap anak-anak muda,” kata Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid di Jakarta, kemarin.

Ia menyebut aparat terkait juga harus memetakan daerah potensial aksi terorisme. Dengan begitu, kegiatan deradikalisasi bisa lebih fokus dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikannya menanggapi peristiwa aksi bom bunuh diri di Kantor Polrestabes Medan, Sumatra Utara, kemarin pagi. Tindak-an oleh terduga pelaku berinisial RMN, 24, itu melukai empat polisi dan dua warga sipil.

Pengamat terorisme Ridlwan Habib menyatakan aparat perlu melaksanakan prosedur tetap keamanan yang lebih tegas. Pengamanan selama ini, termasuk di kantor-kantor kepolisian, dinilai masih longgar.

“Misalnya, gunakan alat deteksi seluruh tubuh seperti di bandara-bandara internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau semua instrumen untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya kelompok-kelompok teroris.

“Kita optimalkan. Bahkan, sampai tingkat RT dan RW itu kita fungsikan juga ke arah sana untuk bisa memonitor keadaan di sekitarnya,” ujar Wapres.

Beraksi sendirian

Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto mengungkapkan terduga pelaku yang memakai jaket ojek daring meledakkan diri di halaman kantor Bagian Operasi Polrestabes Medan sekitar pukul 08.45 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan terduga pelaku sementara ini diduga beraksi sendiri alias lone wolf. “Densus 88 Antiteror masih menyelidiki rekam jejak pelaku, termasuk di media sosial,” ungkap Dedi.

Aparat Polda Sumut telah menggeledah dua rumah terduga pelaku di Kelurahan Tanah Enam Ratus dan Kelurahan Sei Putih Barat, Kota Medan. Dari hasil pemeriksaan, petugas membawa empat orang dari keluarga terduga.

Dalam menanggapi aksi itu, Presiden Joko Widodo meminta Polri segera mengusut tuntas. Juru bicara kepresidenan, Fadjroel Rachman, mengungkapkan pemerintah tak akan menoleransi segala jenis terorisme. “Presiden meme-rintahkan problem ini ditangani secara cepat karena yang terpenting ialah melindungi 260 juta rakyat Indonesia,” kata Fadjroel.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan kasus ini bukan karena aparat keamanan kebobolan. “Masak setiap terjadi, kebobolan? Memang kegiatan terorisme begitu, main hit and run, lari sembunyi,” kata Mahfud.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kejadian di Medan dan meminta semua waspada karena ancaman tindakan teror radikalisme bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Ditegaskan Surya, semua komponen bangsa harus bergandengan tangan untuk menjaga stabilitas keamanan dan tidak bisa menyerahkan urusan ini hanya kepada aparat keamanan semata.

 

sumber : mediaindonesia

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi