oleh

Jateng Fokus Atasi Stunting

bhinnekanusantara.id – Salah satu fokus Jateng adalah mengatasi masalah stunting lewat berbagai program, termasuk pengadaan jamban, pembelian sirup vitamin bagi bayi, dan pemberian gizi tambahan bagi ibu hamil.

Pos anggaran Rp 70 miliar untuk pengadaan jamban hingga empat tahun ke depan telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2018-2023.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Abdul Aziz mengatakan, anggaran dialokasikan untuk empat tahun mulai 2020 hingga 2023 dengan skema bantuan sosial (bansos).

Pada 2020, pengadaan jamban di Jawa Tengah untuk 5.000 rumah dan setiap rumah memperoleh Rp 1 juta. Sementara 2021-2023, dialokasikan 20.000 jamban dengan anggaran Rp 20 miliar/tahun.

”Pengadaan jamban ini menjadi komitmen Pansus RPJMD Jawa Tengah di sektor kesehatan dan menekan problem kemiskinan,î kata Aziz yang merupakan mantan Ketua Pansus RPJMD DPRD Jateng, Minggu (10/3). Jika menilik jumlah rumah yang belum memiliki jamban, anggaran bisa dikatakan terbatas.

Lantaran saat ini masih ada 998.561 rumah di Jateng yang belum berjamban. Jika semua rumah memperoleh bantuan dengan alokasi Rp 1 juta/rumah, maka anggaran yang dibutuhkan Rp 998,5 miliar.

Menurut Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jateng ini, progam pengadaan jamban sejalan dengan program penurunan kemiskinan di Jawa Tengah.

Saat ini jumlah penduduk miskin di Jateng masih tinggi. Ada 14 kabupaten yang masuk zona merah kemiskinan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 3,87 juta jiwa.

Selain pengadaan jamban, Pansus RPJMD juga memasukkan anggaran Rp 8 miliar di RPJMD Jawa Tengan 2018-2023 untuk pembelian sirup bayi. Sirup penambah gizi ini untuk menekan angka stunting. Jumlah ini terbagi dalam lima tahun anggaran atau Rp 1,6 miliar/tahun.

Dana digunakan untuk membeli sirup bagi 11.927 bayi. Dalam RPJMD juga dialokasikan Rp 13 miliar/tahun untuk pengadaan makanan tambahan bagi 119.270 ibu hamil. Dengan penambahan gizi, diharapkan angka stunting di Jawa Tengah dapat ditekan.

Kondisi Kesehatan

Penggunaan Jamban yang baik sangat ditekankan oleh Dinas Kesehatan Jateng. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa tengah Yulianto Prabowo penggunaan jamban yang tak baik bisa memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Di sisi lain perilaku kesehatan masyarakat juga sangat memengaruhi peningkatan angka stunting.

Menurut Yulianto, ada dua faktor yang menyebabkan stunting. Pertama adalah faktor spesifik karena kekurangan gizi. Kedua adalah faktor sensitifitas.

Seperti kesehatan lingkungan, penggunaan jamban yang baik. ”Stunting bukan faktor keturunan, tapi soal gizi makanan dan perilaku hidup,” kata Yulianto.

 

 

Sumber : Suara Merdeka

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng