oleh

Jelang Pemilu 2019, Polres Brebes Gelar Simulasi Sispamkota

bhinnekanusantara.id – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019, Polres Brebes Polda Jawa Tengah menggelar latihan Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota di halaman Komplek Islamic Centre Brebes, Selasa (12/3/2019).

Kegiatan pelatihan tersebut digelar dengan tujuan untuk melatih kemampuan dan keterampilan personel Polres Brebes dalam menangani massa pengunjuk rasa maupun gangguan Kamtibmas khususnya saat pengamanan Pemilu serentak tersebut.

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono menyampaikan Simulasi ini bertujuan sebagai gambaran jajaran Polres Brebes dalam memberikan perlindungan pengayoman dan melayani terhadap masyarakat. “Simulasi Sispam Kota ini bertujuan agar personel yang terlibat dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing satuan, baik di tingkat pengamanan TPS, Polsek, maupun Polres,” ujar Kapolres AKBP Aris Supriyono.

Dalam pelaksanaanya seluruh jajaran bertindak sesuai tugas dan fungsinya baik dari jajaran Babinkantibmas, Intel, Sabara dan Reskrim. Peralatan taktis di jajaran Polres Brebes pun juga dipergunakan dalam latihan Sispam Kota ini.

Sementara itu, dalam simulasi Sispamkota ini digambarkan adanya ancaman dan gangguan Kamtibmas saat pelaksanaan rangkaian Pemilu 2019. Dimana, Polisi mulai mengambil langkah-langkah dari tindakan prefentif yang sampai akhirnya harus dilakukan tindakan tegas.

Disimulasikan, sebuah unjuk rasa terjadi di halaman Islamic Center Brebes. Mereka memprotes kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara di salah satu TPS. Ratusan masa tersebut menyerang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Melihat kejadian tersebut, anggota kepolisian yang berjaga langsung mengamankan situasi. Namun, masa yang semakin bertambah itu tak hanya tinggal diam. Personil Polres Brebes yang ingin menghalau, justru diserang. Pengunjuk rasa melempari barikade polisi dengan berbagai macam material yang ada di sekitar lokasi.

Melihat situasi semakin anarkis, Polres Brebes Polda Jateng akhirnya mengerahkan mobil water canon untuk memaksa mundur warga yang demo. Hingga akhirnya keadaan tekendali dan pengunjuk rasa membubarkan diri.

 

 

Sumber : TribrataNews

Editor : Kiss login by Polda Jateng