oleh

Kader Fatayat Dibekali Penanganan Informasi Hoax Bidang Kesehatan

Demak – Puluhan Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak bersama pengurus anak cabang mendapatkan pembekalan tentang pentingnya mengatasi informasi hoax, khususnya di bidang kesehatan.

Ketua PC Fatayat NU Demak, Khoirun Nisa menyampaikan, pembekalan itu diperlukan agar para kader Fatayat dapat membedakan persebaran informasi antara yang benar dan hoax (bohong).

“Kita kerap menghadapi informasi yang disebut dengan disinformasi dan mis informasi. Artinya, informasi yang separuh benar seperti itu juga tergolong hoax,”katanya saat mengisi sosialisasi penguatan strategi komunikasi program RCCE (Risk Communication and Community Engagement) yang digelar PC Fatayat NU Demak bersama Unicef di gedung PCNU Demak.

Acara ini didukung penuh PW Fatayat NU Jateng. Kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka peningkatan capaian imunisasi, vaksinasi Covid-19, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penanganan hoax. Adapun, teknik yang digunakan dalam sosialisasi adalah melalui komunikasi interpersonal dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan.

Menurutnya, berdasarkan data dari Kementerian Kominfo (2018), banyak informasi  yang menyertai dinamika bidang kesehatan dan banyak pula yang  sempat viral di media sosial. Bahkan, lebih dari 90 persen teridentifikasi sebagai hoax. Dari hasil survei PWI (2016-2017), 27 persen dari seribu informasi hoax adalah masalah kesehatan.

“Informasi hoax soal kesehatan yang kerap muncul adalah soal imunisasi, vaksinasi dan Covid-19,”katanya.

Menurutnya, informasi hoax seperti itu mudah menyebar karena antara lain  rendahnya literasi masyarakat terkait dunia kesehatan.

“Karena itu, kalau ada informasi kesehatan lebih baik tidak langsung di bagikan. Tetapi, dicerna dulu dan di cek kebenarannya,”ujar Khoirun Nisa.

Sementara itu, Tri Handayani dari Dinas Kesehatan Pemkab Demak mengingatkan tentang masih bahayanya Covid-19.

“Perlu kita ketahui, bahwa Covid-19 masih mengintai,”katanya. Artinya, virus korona masih berpotensi menjangkiti manusia.

“Yang terpenting kita ingat adalah tetap menjaga pola hidup yang seimbang. Selain itu, makan dengan asupan gizi yang cukup. Pakai masker, cuci tangan dan jalankan vaksinasi,”katanya.

Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng, Hj Tazkiyatul Muthmainnah, M.Kes menyampaikan, bahwa tahun ini, Fatayat NU Jateng bekerjasama dengan Unicef menyelenggarakan kegiatan yang fokus pada penguatan respon atas RCCE.

”Ini adalah bagian penting dari pemberdayaan perempuan dan anak, khususnya di bidang kesehatan,”katanya.