Kapolda Jateng “Fenomena Yang Terjadi di Purworejo Murni Kriminal Bukan Budaya”

bhinnekanusantara.id – Jajaran intelijen dan reserse kriminal umum Polda Jawa Tengah telah mengumpulkan data-data berkaitan dengan keraton pimpinan Totok Santosa Hadiningrat. Ditreskrimum Polda Jateng juga telah mendalami motif di balik berdirinya Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo.

Akhirnya siang ini Polda Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, didampingi Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna dan Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto, melaksanakan rilis yang menetapkan Totok Santosa, dan  Fanni Aminadia sebagai tersangka atas kasus Penipuan dan Kriminal, Rabu, (15/1/20) di halaman kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng.

Totok mengaku beberapa bulan terakhir menerima wangsit dari para leluhur keturunan Kerajaan Mataram, Raja Sanjaya untuk membangun kelanjutan dari Karajaan Mataram.

“Atas dasar wangsit tersebut kemudian yang bersangkutan melengkapi kelengkapan dirinya untuk meyakinkan kepada orang-orang bahwa yang bersangkutan adalah seorang Raja” Irjen Rycko.

Beberapa kelengkapan yang disiapkan Totok adalah kartu dari PBB United Nation, kemudian dirinya menyampaikan wangsit-wangsit kepada warga agar terpengaruh menjadi pengikutnya.

“Sudah hampir 150 orang yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat ini.” Irjen Rycko.

Dengan berbekal keyakinan apabila menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat maka akan terbebas dari malapetaka, dari berbagai bencana dan akan terjadi perubahan yang lebih baik dalam kehidupanya, para pengikut Keraton yang dideklarasikan pada (29/12/19) lalu ini rela untuk membayar iuran sampai dengan puluhan juta.

Dari penjelasan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel diketahui bahwa Keraton Agung Sejagat melaksanakan (10/1/20) melaksanakan kirab budaya serta pada (12/1/20) telah melaksanakan sidang keraton sekaligus rilis kepada awak media.

Kapolda menghimbau kepada masyarakat bahwa ini adalah kasus penipuan atau kriminal bukan budaya, sehingga masyarakat dapat lebih cerdas dan tidak terjadi banyak korban lagi.

Selanjutya Polda Jawa Tengah akan mendalami berapa banyak yang sudah menajdi korban dari Keraton Agung Sejagat ini,

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi