oleh

Kapolda Jateng Gandeng Mahasiswa Untuk Bersinergi Cari Scientific Problem Solving Dampak Penyesuaian Harga BBM

GROBOGAN – Rasa aman itu tidak terjadi secara tiba-tiba, namun melalui berbagai proses tahapan yang dilakukan secara sinergi antara Polri bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menghadiri undangan Panitia Musyawarah Pimpinan Daerah PMII Jateng dalam Acara Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) di Pendopo Kantor Bupati Grobogan pada Jumat siang (16/9).

Kegiatan Muspida PMII Jateng tersebut juga turut dihadiri oleh anggota DPD RI Abdul Kholiq, anggota DPRD Propinsi Jateng, Forkopimda Grobogan, Ketua PCNU Kab. Grobogan dan para Kapolres eks karesidenan Pati.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) mengenai materi tentang “Sinergitas Politik Sosial Ekonomi Dalam Membangun Jawa Tengah” yang diberikan oleh Kapolda Jateng.

“Untuk mewujudkan rasa aman diperlukan berbagai kegiatan kepolisian yang terprogram baik pusat maupun kewilayahan. Dan rasa aman ini diberikan untuk masyarakat kita sebagaimana tugas Polri yang diatur dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Polri,” ujar Kapolda saat memberikan materi.

Menurut Kapolda, upaya Polri dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat itu dapat diraih apabila terjadi sinergitas antara Polri dengan stakeholder terkait didukung oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk para pelajar dan mahasiswa.

Kapolda menyebut bahwa PMII merupakan wadah pergerakan yang menampung energi dari mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Dengan berbagai latar belakang akademis yang dipunyai para mahasiswa, diharapkan mampu menyumbangkan Scientific Problem Solving atas beragam permasalahan yang ada di masyarakat.

“Sebagai sebuah organisasi mahasiswa, saya harap PMII meningkatkan sinergitas yang terjalin dengan Polri. Ayo bersama-sama memberikan solusi secara ilmiah atas berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat, karena anda memiliki nilai lebih dalam status sebagai mahasiswa dan di pergerakan yang anda punyai ini,” tutur Kapolda.

Kapolda menekankan sinergitas merupakan kunci penting dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Dia mencontohkan, berkat sinergitas dan gotong royong yang dilakukan bersama-sama selama pandemi Covid-19, bangsa Indonesia mampu bangkit dari pandemi yang melanda di seluruh dunia.

“Kita memiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh negara lain, yaitu semangat gotong royong. Sehingga Indonesia mendapat pujian masyarakat dunia karena mampu cepat bangkit dari Covid-19,” tegasnya.

Di Jawa Tengah sendiri, tingginya angka covid di Kudus beberapa waktu lalu adalah yang tertinggi di Indonesia. Namun berkat sinergitas dan kerja keras semua pihak masalah tersebut dapat segera tertangani.

“Bahkan penanganannya menjadi role model bagi kabupaten lain di tingkat Nasional,” ucapnya.

Terkait dampak penyesuaian harga BBM saat ini, Kapolda mengajak mahasiswa untuk ikut aktif dalam merumuskan cara bertindak yang efektif dalam rangka menangani dampak penyesuaian harga BBM di masyarakat.

“Sampaikan ke seluruh anggota pergerakan untuk melakukan kegiatan sebagai karya nyata dalam rangka menangani kenaikan BBM bersama dengan Polres di masing-masing wilayah,” pesan Kapolda.

Peran aktif tersebut dapat diwujudkan dengan kajian ilmiah melalui FGD, audiensi, serta terjun ke lapangan menemui para pedagang, tukang ojek dan masyarakat kecil lainnya untuk menemukan scientific problem solving atas dampak penyesuaian harga BBM saat ini.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan wujud kebebasan berekspresi di Indonesia, tetapi silahkan dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan sesuai yang diatur oleh Undang-undang. Selain itu dengan keilmuan yang anda miliki mari bersama kita lakukan scientific problem solving sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak penyesuaian harga BBM saat ini,” jelasnya.

Usai menyampaikan materi pada acara tersebut, Kapolda bersama Mahasiswa PMII serta seluruh tamu undangan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat di sekitar Kantor Bupati Grobogan. Puluhan tukang becak, pengemudi ojol, tukang sapu serta takmir masjid tampak antusias ketika menerima bantuan dan bersalaman dengan Kapolda serta para pejabat lainnya.