Kapolda Jateng Pertama yang menjadi Khutbah ‘IEDUL FITRI 1440 H’ di Idonesia

bhinnekanusantara.id – Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel ingatkan warga untuk mewaspadai beredarnya berita bohong atau hoax, Hal tersebut disampaikan Rycko dalam khutbahnya di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Rabu (5/6/2019).

Pelaksanaan kegiatan Khutbah ‘Iedul Fitri 1440 H oleh Kapolda Jateng dengn Tema “ HIDUP MULIA DI BUMI PANCASILA SEBAGAI AKTUALISASI AKHLAK AL-QUR’AN “.

Sebagai muslim yang harus mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan sebagai rakyat Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sbg pandangan hidup bangsa Indonesia, ujar Kapolda

Al-Qur’an sebagai sumber utama dan pertama harus dijadikan rujukan dan diaktualisasikan ke dalam sila-sila Pancasila, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial diantaranya Sila pertama KETAUHIDAN DAN HABLUM MIN ALLAH, umat manusia umat manusia harus mengakui adanya satu Tuhan yang diyakini dan disembah. Begitu pula dengan Pancasila, yang menyatakan adanya ketuhanan yang juga satu, meskipun berbeda agama, lanjut Kapolda.

Sila kedua HABLUM MIN AN-NÂS, Sesama manusia saling mengenal, maka akan timbul sikap saling hormat-menghormati. Salah satu cara manusia untuk mengenal yaitu dengan berdialog. Dialog dapat memunculkan keterbukan berbagai pihak, yang pada akhirnya akan timbul sikap saling mengetahui satu sama lain, dan juga melahirkan sikap saling menghomati. Sehingga di sinilah letak beradabnya manusia.

Sila ketiga UKHUWAH, Persatuan akan terwujud apabila kita memiliki sikap toleransi antar sesama, saling menghargai dan saling menghormati. Persatuan harus lebih banyak melihat persamaannya, bukan perbedaannya, yang justru akan menimbulkan perselisihan dan pertentangan. Persatuan merupakan gabungan dari keberagaman.

Sila keempat, MUDZAKARAH (PERBEDAAN PENDAPAT) DAN SYURA (MUSYAWARAH). Rasulullah SAW memerintahkan untuk melakukan musyawarah, bukan karena beliau membutuhkan pendapat mereka, akan tetapi ketika beliau menanyakan pendapat mereka, setiap orang akan berusaha berpikir keras untuk merumuskan pendapat yang terbaik dalam pandangan mereka, sehingga sesuai dengan suara hati masing-masing. Sedangkan pada prinsip Mudzakarah, dimaksudkan sebagai suatu sikap penghargaan terhadap pendapat orang lain yang satu sama lain cenderung berbeda dan Sila kelima , ADIL Keadilan sosial berkaitan erat dengan maqoshidus-syari’ah (sasaran-sasaran syari’at), yang terdiri dari tiga aspek : Dharuriyat, mengenai perlindungan terhadap jiwa dan raga manusia, Hajiyat, pemenuhan kebutuhan hidup manusia, dan Tahsiniyat, peningkatan kualitas hidup manusia, Tambah Kapolda

“Marilah kita untuk selalu bermuhasabah, introspeksi diri, membaca diri dan berhati-hati dalam setiap melakukan perbuatan dimuka bumi yang fana ini. Yakin dan percayalah bahwa semuanya  akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT kelak di yaumul qiyamah.” Kapolda Jateng dalam menutup Kutbahnya.

 

sumber : humas Polda Jateng

edirot : agussaibumi support polda jateng

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.