oleh

Kapolda Larang Petugas Bawa Senpi

bhinnekanusantara.id – Mengantisipasi jika akan ada lagi aksi massa menolak berbagai RUU baik UU KPK, RUU KUHP yang dilakukan para mahasiswa, Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel melarang petugas membawa senjata api (senpi).

Selain untuk mengamankan wilayah, Polda juga akan memeriksa petugas yang berada di lapangan. Pemeriksaan terkait dengan perlengkapan maupun persenjataan yang dibawa petugas dalam mengamankan demo.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat berada di Mapolresta Surakarta mengemukakan, pihaknya selalu berupaya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya, dalam hal penggunaan senjata.

“Kami semakin memperketat petugas dari kepolisian yang ada di lapangan. Meskipun sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ketat, tapi kami ingin memastikan bahwa tidak ada petugas yang membawa senjata api,” tegasnya.

Jangankan senjata api, Kapolda melanjutkan, pihaknya sudah menginstruksikan bahwa tidak ada petugas yang boleh membawa senjata dengan peluru karet.

“Bahkan peluru karet pun kami tidak bawa, apalagi peluru tajam. Dan nanti kami akan terjunkan Propam dari polda untuk memeriksa ke daerah. Mengingat, tidak semua kota (ada aksi),” tandasnya.

Kapolda juga meminta kepada setiap pimpinan polisi di daerah agar bisa memastikan bahwa tidak ada anak buahnya yang membawa senjata. Pasalnya dikhawatirkan jika nantinya ada yang nekat membawa maka bisa saja diambil oleh orang tidak bertanggung jawab dan disalahgunakan untuk menembak.

“Kalau sampai ada yang bawa, lalu diambil dan digunakan untuk menembak kan bahaya,” tandasnya.

 

sumber : suaramerdekasolo
editor : saibumi @polda jateng #polres rembang

News Feed