Kapolres Banjarnegara: Hadapi Gangguan Kamtibmas dengan Sinergi Polri, Tenaga Medis dan Tokoh Agama 

Bhinnekanusantara.id, Banjarnegara – Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH,M.Si menegaskan, guna menghadapi gangguan Kamtibmas maka Polri, tenaga medis dan tokoh agama harus bersinergi.

“Menghadapi gangguan Kamtibmas baik berupa kriminal, bencana alam, maupun pandemi covid-19 maka polisi, dokter dan ulama perlu bersinergi, saling melengkapi dan tidak memperuncing perbedaan,” katanya saat sambutan peresmian Pondok Pesantren Siaga Candi Distrik Purwareja Klampok, Ponpes Qomarul Huda Purwareja Klampok, Haibat Sunan Kalijaga Mandiraja, Mumtaza Purwonegoro dan Al Husna Susukan di Ponpes Qomarul Huda, Jum’at (20/11/20).

Menurutnya, Aman, Iman, dan Imun itu flukuatif (selalu berubah-ubah, red) tergantung kondisi ketiganya, kalau imun rendah maka bisa terkena penyakit, sakit butuh obat, tapi ngga punya uang terus mencuri, karena mencuri ya tidak iman, itu semuanya terkait maka tidak bisa dipisahkan,

“Supaya bisa menegakan itu semua maka dalam pelaksanaanya baik Polri, tenaga medis dan ulama, harus bersinergi,” ujarnya.

KH Chamzah Chasan Pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom mengaku heran masih ada yang tidak percaya adanya covid-19.

“Ada yang mengatkan covid-19 itu konspirasi, perang ekonomi, tapi ya masih ada yang percaya dan laku,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat harus percaya adanya covid-19 karena itu berdasarkan orang yang ahli dibidangnya juga mengatakan bahwa virus itu ada.

“Orang yang ahli dibidangnya aja mengatakan ada, masa iya itu bohong,” tuturnya.

Bisa menghadapi covid-19, lanjut Gus Ghamzah, sepanjang kita mau dan selalu berkhusnudzon

“Kita bisa menghindari dengan menerapkan protokol kesehatan, selalu berperasangka baik kepada Allah. Tenangkan hati dan pikirian,” tegasnya.

Sementara itu, dr Tegar Jati Kusuma dokter Sarsipol dan bertugas di RSI Banjarnegara menegaskan, virus ini merupakan masuk kategori infeksi, untuk mencegahnya maka harus di lawan dengan adaptasi kebiasaan baru.

“Selalu terapkan protokol kesehatan dengan 3 M,” ujarnya.