Kapolres Blora “Penanaman Toleransi Untuk Santri sangat Penting Guna Menangkal Radikalisme”

Blora – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Blora gaungkan pentingnya toleransi dalam kehidupan saat ini.

Pesan itu digelorakan Kapolres Blora, Antonius Anang saat meningkatkan komunikasi dengan pondok pesantren Al Khoziniyyah Blora, Jumat (14/2/2020)

“Kami selaku aparat keamanan di wilayah Kabupaten Blora bekerjasama dengan MUI kemudian dengan pondok pesantren yang ada diwilayah kabupaten Blora, kami sampaikan kepada para pengurus pondok pesantren bagaimana menyikapi situasi saat ini,” katanya.

Ia menghimbau agar dalam membimbing para santri dapat mengutamakan pentingnya toleransi.

“Jadi sejak dini ditanamkan toleransi, mengajarkan keberagaman, dan keindahan, “pesannya.

Dengan penanaman toleransi ini, diharapkan lahir kader-kader kamtibnas dimasyarakat dari ponpes.

“Santri diharapkan tidak mudah terprovokasi berita hoax dan menciptakan toleransui, ” tambahnya.

Sementara itu, hingga kini wilayah Blora dalam situsi kondusif dan bebas radikalisme.

“Sampai saat ini masalah radikalisme di Kabupaten Blora tidak ada, kadi semua aman kondusif saling menghargai,” tuturnya.

Ketua Ponpes Khozinatul Ulun Desa Kamolan Blora, Ahmad Labib Ilmi menyambut baik upaya polru dalam memberikan penanaman toleransi kepada 1500 santri.

“Pada intinya di pondok pesantren memberikan pemahaman yang benar akan adanta perbedaan yang ada. Kita sebetulnya berlandaskan agama islam dan itu ga ada yang bertentangan dengan ideologi, ” katanya.

Menurut dia, pancasila telah sesuai dengan nilai-nilai agama.

“Dari sila pertama sampai ke lima sudah sepakat, kita mendukung penuh penangkalan radikalisme. Sumber perpecahan itu dari perbedaan yang dipermasalahkan,” pungkasnya. (saibumi)