Kapolsek di Rembang Positif Corona Meninggal, Kapolda Jateng: Masyarakat Tidak Usah Panik

bhinnekanusantara.id – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan pelayanan kepolisian tetap berlangsung. Hal ini menyusul adanya tiga anggota polisi di Rembang yang dinyatakan positif Covid-19.

Dari ketiga anggota tersebut, satu di antaranya meninggal dunia positif corona. Yang meninggal merupakan seorang Kapolsek di Kabupaten Rembang.

“Itu kan yang satu (meninggal) memang dia punya sakit bawaan. Yang meninggal kapolsek kami punya sakit bawaan. Infeksi Paru-paru,” kata Ahmad Luthfi, Kamis (25/6/2020).

Adanya kasus ini, kata Luthfi, tidak lantas pelayanan terhadap masyarakat terhambat. Pelayanan tetap berlangsung dengan protokol kesehatan.

“Pelayanan kepolisian kami menggunakan protokol covid juga. Jadi protokol tetap kita lakukan di tempat-tempat pelayanan kami. Silakan cek di tempat kami dari mulai cuci tangan, jaga jarak, dan lainnya,” kata dia.

Luthfi melanjutkan, masyarakat tidak perlu panik. Kepolisian akan terus mengawal disiplin protokol kesehatan.

“Tidak usah panik, kami tetap melakukan kegiatan protokol kesehatan baik itu yang di tempat yang menjadi kerumunan masyarakat maupun di tempat-tempat yang nanti menjadi kegiatan masyarakat lainnya.

Jadi protokol kesehatan itu tetap kami lakukan, sehingga mengurangi dampak daripada covid itu sendiri,” katanya.

Dilansir dari Kompas.com, tiga anggota polisi yang bertugas di wilayah Polres Rembang, Jawa Tengah, dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan swab tenggorokan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Dua polisi di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang dan seorang lagi telah meninggal dunia.

Humas Gugus Tugas Percepatan Pembangunan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya mengatakan, polisi yang meninggal adalah laki-laki berusia 48 tahun asal Kecamatan Rembang.

Polisi itu sempat menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Kamis (18/6/2020) setelah mengeluh sakit selama 12 hari.

Dari hasil pemeriksaan medis, kata dia, polisi itu menderita pneumonia dan memiliki riwayat asma.

Hasil swab positif atas pasien tersebut keluar pada Sabtu (20/6/2020) dan diketahui meninggal dunia pada Selasa  (23/6/2020) pagi sekitar 09.30 WIB.

Sementara untuk pemulasaran jenazah sudah sesuai dengan protokol Covid-19.

“Masih dilakukan tracing dan dilaksanakan rapid test. Rapid test menyasar Polsek, Polres, keluarga serta orang yang kontak dengan yang bersangkutan. Sementara hasilnya non-reaktif,” katanya. (dealova)