oleh

Kartu Prakerja Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu, TKN: Oposisi Panik

bhinnekanusantara.id Program Kartu Pra-Kerja pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dilaporkan kubu oposisi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan adanya unsur politik uang dalam program tersebut.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Irma Suryani Chaniago menilai pelaporan program Kartu Pra-Kerja Jokowi tersebut sebagai bentuk kepanikan dan ketidaktahuansecara lengkap mengenai program tersebut.

“Kami melihat bahwa laporan atas Jokowi yang mengeluarkan kartu sakti, menunjukkan bahwa pihak oposisi panik dengan program tersebut. Laporan tersebut sarat kepentingan politik, serta dilakukan untuk menguntungkan segelintir golongan,” kata Irma kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Ia melanjutkan bahwa kartu itu kartu tersebut tidak direalisasikan dalam rentang waktu kampanye saat ini. Sehingga tudingan politik uang tidak berdasar.

“Kalau dilihat mereka seperti sudah kehilangan akal untuk menyerang program kerakyatan yang digagas oleh Jokowi-Ma’ruf sehingga semuanya dikritik. Padahal rakyat senang dengan ide atau gagasan dari program yang ditawarkan pemerintah saat ini,” ujarnya.

Irma yang merupakan politisi partai NasDem berpendapat, satu hal yang terus digaungkan saat ini dari kalangan oposisi adalah kehadiran Kartu Prakerja itu akan membuat generasi milenial malas untuk mencari kerja. Padahal itu bukanlah esensi dari Kartu Prakerja.

Kartu Prakerja didesain untuk meningkatkan kemampuana atau skill dari para milenial. Tudingan bahwa itu akan menyebabkan milenial akan menjadi malas tentu menyakitkan bagi para milenial yang saat ini sedang bersemangat untuk meraih masa depan mereka.

“Ada lagi yang mengaitkan Kartu Prakerja dengan tenaga honorer. Dapat disampaikan bahwa untuk tenaga honorer pemerintah sudah memiliki skemanya tersendiri dan tidak sama dengan Kartu Prakerja. Jadi jangan dipertentangkan tentang honorer dan pencari kerja,” tandasnya.

Irma percaya bahwa masyarakat telah cerdas untuk melihat mana yang benar. Dirinya yakin bahwa masyarakat percaya dengan program yang ditawarkan oleh Presiden Jokowi sehingga tidak mau dibohongi oleh kubu oposisi yang terus melontarkan kritik tanpa dasar.

 

 

Sumber : Akurat

Editor : Awlina IMM Polda Jateng