Kasus Tipikor Desa Wringin Putih Borobudur , dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang

bhinnekanusantara.id – Magelang | Polres Magelang Polda Jateng telah melaksanakan siaran pers hasil penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pengutan biaya pendaftaran tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) yang terjadi pada tahun 2018 di Desa Wringin Putih Kec. Borobudur Kabupaten Magelang.

Dalam kasus ini Polisi telah melakukan penyidikan terhadap tiga tersangka berinisial masing masing MHJ ( Sekdes) MYN ( Kasie Pemerintahan) dan SP merupakan Mantan Kepala Desa Wringin Putih Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

“Dalam penyidikan perkara MHJ telah dinyatakan lengkap pada tanggal 26 Desember 2019. kemudian berkas perkara an SP dan MYN telah dinyatakan lengkap pada tanggal 27 April 2020, ” terang Waka Polres Magelang Kompol Aron Sebastian, SIK, SH, dalam siaran pers dengan awak media di Loby Mapolres Magelang, Kamis, (19/11/2020)

Maka dari hasil koordinasi penyidik Unit Tipikor Satreskrim dengan penuntut umum Kejari Kabupaten Magelang hari ini akan dilaksanakan penyerahan tanggungjawab atas tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum, atau tahap ke dua penanganan kasus tipikor ini, selanjutnya penanganan perkara akan dilaksanakan oleh Kejari Kabupaten Magelang dalam tahap penuntutan, imbuhnya.

Dalam pemyidikan perkara korupsi ini penyidik berhasil menyita barang bukti hasil kejahatan berupa magicom , laptop dan uang hasil pungutan liar sebesar Rp. 164. 296. 900,- ( seratus enam puluh empat juta dua ratus sembilan puluh enam ribu sembilan ratus rupiah).

“Di karenakan situasi pandemi Covid 19 berdampak pada proses penyelesaian perkara ini, namun kami tidak main main dengan pelanggaran tindak pidana korupsi, maka Konferensi pers saat ini kami lakukan untuk menimbulkan efek deteren/ efek jera kepada pihak manapun agar tidak melakukan hal serupa, tegas Kompol Aron.

Disini Kami sangat komitmen terhadap setiap tindak pidana korupsi, akan ditindak bagi aparatur negara terlebih dana negara untuk kepentingan sosial. pungkasnya.

Pernah kami beritakan sebelumnya bahwa ketiga tersangka yang merupakan perangkat Desa Wringin Putih Kabupaten Magelang ini dijerat hukum karena telah melakukan tindak pidana korupsi penanganan pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap( PTSL) yang terjadi pada tahun 2018 di Desa Wringin Putih Kec. Borobudur Kabupaten Magelang.

Dalam modus operdinya pelaku melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pungutan biaya kepada masyarakat pengaju/pemohon PTSL Ds. Wringinputih tidak sesuai dengan peraturan perundang undangan.