Kebakaran Lahan Sungai Selamat Dalam, Aparat dan Warga Bahu Membahu
Pontianak – Penanganan kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Pontianak Utara terus dilakukan secara intensif melalui kolaborasi solid Tiga Pilar, yakni unsur Pemerintah Kecamatan, Polri, dan TNI, bersama petugas pemadam kebakaran serta masyarakat setempat.
Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong dan berkelanjutan di kawasan Jalan Sungai Selamat Dalam, Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (30/1/2026) sore. Seluruh unsur bergerak cepat untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Di bawah komando Camat Pontianak Utara, Kapolsek Pontianak Utara, dan Danramil Pontianak Utara, jajaran aparatur kecamatan, personel Polri dan TNI, petugas Damkar, serta warga dikerahkan ke lokasi kebakaran lahan. Medan yang sulit dan kondisi lahan kering tidak menyurutkan semangat petugas dalam melakukan pemadaman.
Kapolsek Pontianak Utara Kompol I Made Aris Candra Putra, S.I.K., yang ditemui di lokasi pemadaman, menuturkan bahwa penanganan kebakaran lahan di wilayahnya telah berlangsung hampir sepuluh hari tanpa mengenal waktu.
“Kami bersama Pak Camat, Danramil, serta petugas pemadam kebakaran sudah kurang lebih sepuluh hari turun langsung ke lokasi untuk menangani kebakaran lahan di wilayah Pontianak Utara,” ujar Kompol I Made Aris.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Tiga Pilar di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi masyarakat, sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh personel yang berjibaku di lapangan dengan risiko tinggi.
“Ini adalah wujud tanggung jawab kami. Negara wajib hadir di tengah masyarakat. Kehadiran pimpinan di lapangan juga menjadi penyemangat bagi aparatur dan personel yang bekerja keras menanggulangi kebakaran lahan,” ungkapnya.
Tidak hanya bertindak sebagai koordinator, Kapolsek Pontianak Utara bersama unsur Tiga Pilar juga turun langsung ke titik-titik kebakaran, melakukan penyemprotan air ke area lahan yang terbakar guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan.
Ia berharap kondisi cuaca segera membaik dengan turunnya hujan agar kebakaran lahan dapat sepenuhnya dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak lanjutan seperti kabut asap yang merugikan masyarakat.
“Semoga segera turun hujan sehingga kebakaran lahan tidak semakin meluas dan dampaknya bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Sinergi lintas sektor yang ditunjukkan Tiga Pilar Pontianak Utara ini menjadi contoh nyata kolaborasi dalam menghadapi bencana, sekaligus bentuk komitmen menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. (*)