Kembali Dilanda Banjir, Kota Pekalongan Perpanjang Status Darurat Bencana
Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi memperpanjang status darurat bencana hingga 23 Februari 2026. Perpanjangan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam penanganan dampak bencana banjir yang belum juga surut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, Minggu 8 Februari 2026 menyampaikan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan. Selain itu juga mempertimbangkan potensi ancaman bencana yang masih tinggi.
“Benar, status darurat bencana di Kota Pekalongan diperpanjang hingga 23 Februari 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi banjir susulan serta mempercepat proses penanganan di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan perpanjangan status darurat ini, Pemkot Pekalongan dapat lebih leluasa dalam mengoptimalkan langkah-langkah penanganan. Termasuk koordinasi lintas sektor, penyaluran bantuan, serta mobilisasi sumber daya.
Sementara itu, warga Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan, Abdul Taufik menyampaikan, banjir tahap kedua di wilayah kembali terjadi akibat hujan deras yang terjadi pada Sabtu malam. Kondisi tersebut mengakibatkan ratusan rumah kembali tergenang.
Menurut dia, pendirian dapur umum juga kembali didirikan sebagai respons cepat untuk membantu warga memenuhi kebutuhan konsumsi. Sekalipun banjir hanya berlangsung selama satu hari.
"Pendirian dapur umum ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas warga. Juga sinergi dengan pemerintah dalam penanganan dampak bencana banjir di wilayah Podosugih yang kembali terjadi, " terangnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta petugas di lapangan. Khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Pemkot Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus berupaya melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak bencana melalui berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan.
“Peran aktif masyarakat sangat penting. Kami berharap warga tetap siaga dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
sumber: rri.co