Kesiapan Arus Mudik Dan Balik, Ini Penjelasan Kapolda Jateng

bhinnekanusantara.id – Surakarta – Usai Rakor Persiapan Operasi Ketupat Candi 2019 di Mako Polresta Surakarta Polda Jateng, Rabu (9/5), Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan menyiapkan sebaik mungkin untuk memperlancar para pemudik sampai ke kampung halaman masing-masing.

Kapolda Jateng dibantu Pangdam IV/Diponegoro serta unsur yang terkait akan merencanakan tentang manajemen lalu lintas dalam rangka arus mudik maupun balik 2019.

Rencana operasi akan dilaksanakan tanggal 29 Mei sampai dengan 13 Juni.

“Manajemen lalu lintas yang akan dilakukan yakni kita akan memprioritaskan tentang keselamatan para pemudik, oleh karena itu dalam rangka keselamatan ini akan dilakukan berbagai regulasi dalam rangka mengurangi pengguna daripada pemudik sepeda motor,” jelas Kapolda Jateng saat ditemui media.

Selain itu Kepolisian juga akan memberikan akses untuk kemudahan para sepeda motor untuk pulang ke kampung halaman, lalu pengecekan kepada angkutan umum.

Kapolda berharap manajemen rekayasa lalu lintas tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Karena luasnya jalan tol dari barat menuju ke timur sudah tersambung semua mulai dari Jakarta, Jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur.

Kapolda Jateng juga menyebutkan bahwa untuk wilayah Jawa tengah ada 24 pintu keluar exit namun demikian berdasarkan prediksi, exit penjagan brebes dan brebes timur akan menjadi exit favorit untuk ke selatan menuju ke Semarang, banyumas, Purbalingga, Wonosobo. Termasuk exit yang ada di colomadu untuk menuju ke Yogyakarta dan Solo.

“Oleh karena itu diperlukan rekayasa pengaturan lalu lintas di titik tersebut yang keberikutnya adalah mengurangi radio spot yang diindentifikasi didalam jalan tol. Yang pertama pintu tol itu sendiri. Kita sudah melakukan uji coba untuk melakukan kegiatan proaktif dalam rangka menjemput pemudik supaya tidak terkunci di satu titik pintu. Yang kedua juga akan ada pendataan pendataan rest area diwilayah Jawa Tengah ada 174 kilometer rest area dan ada 194 kilometer pom bensin ini menjadi permasalahan kita,” tambah Kapolda Jateng.

Selanjutnya trouble spot setelah keluar dari exit tol seperti lampu trafficlight, penyempitan jalan, pasar tumpah, SPBU, restoran itu juga akan dilakukan koordinasi, lebih lanjutnya pemerintah daerah untuk melakukan proses analisa pasar tumpah tadi diatur bukan ditutup pasarnya tetapi diatur dimana tempat mobil berhenti, dipasar dimana orang menyeberang itu akan diatur proses kanalisasi.

“Beberapa hal yang akan disiapkan oleh kita tentunya Polri bersama TNI yang akan melakukan aktivasi pada tahun lalu di sekitar setengah kekuatan daripada Polri yang diturunkan untuk menjamin, melayani saudara-saudara kita untuk melaksanakan mudik dan balik,” jelas Jenderal Bintang Dua tersebut.

Mengenai sistem ganjil genap, pemberitahuan sistem ganjil genap merupakan salah satu opsi pilihan namun demikian belum diputuskan oleh Kemenhum. Dari demikian itu kebijakanya untuk membantu kenyamanan dan keselamatan daripada saudara-saudara yang akan melaksanakan mudik.

“Satu arah tol di Jateng pemudik itu berangkat dari Jakarta sampai dengan Jawa Barat rencananya akan satu arah sampai pejagan atau Brebes Timur ke Barat. Selanjutnua akan normal kembali ini selama pengkajian 3 exit tol tadi ada yang paling favorit kalau satu arah sampai disitu kita khawatir nanti bebannya masuk di selatan, sedangkan selatan itu sendiri jalurnya sempit 600 meter, sedang dicor dan diperbaiki. Kita nanti akan simulasikan minggu depan,” terangnya di Mako Polresta Surakarta.

 

 

Sumber : Tribratanews

Editor : Kiss login by Polda Jateng