Korbrimob Turun Tangan, Jembatan Bailey Presisi Pulihkan Akses 4.300 Warga Palembayan
AGAM – Bentuk kepedulian langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui pembangunan dua unit Jembatan Bailey Presisi di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Langkah ini menjadi solusi konkret dalam memulihkan akses vital masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana yang sempat melumpuhkan aktivitas warga.
Dibangun di Dua Titik Strategis
Dua jembatan tersebut dibangun di lokasi berbeda dengan fungsi krusial:
- Jembatan Bailey Presisi I – Subarang Aia, menghubungkan Jorong Koto Alam dan Subarang Aia.
- Jembatan Bailey Presisi II – Kampung Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, menghubungkan Kampung Sawah Laweh dan Kampung Sikabau.
Material jembatan telah tiba melalui Pelabuhan Teluk Bayur pada 31 Januari hingga 1 Februari. Ground breaking dilakukan pada 2 Februari, dan pengerjaan dimulai sejak 5 Februari.
Pembangunan dikerjakan oleh Korbrimob Polri bersama 100 personel Satbrimob Polda Sumbar dan teknisi Mabes Polri dalam rangka Operasi Aman Nusa II, operasi kemanusiaan Polri dalam penanggulangan bencana.
Progres Hampir Rampung
Untuk Jembatan Bailey Presisi I – Subarang Aia, terdiri dari dua unit bentang sepanjang 24 meter (sungai) dan 6 meter (irigasi), dengan lebar 4 meter dan tinggi 5 meter.
Progres pondasi telah mencapai 100 persen, sementara perakitan sudah 95 persen dengan target rampung pada 17 Februari.
Jembatan ini akan membuka kembali akses bagi sekitar 2.200 warga, termasuk akses menuju 2 SD, 1 SMP, 1 masjid, serta 1 pasar. Selain itu, infrastruktur ini mendukung aktivitas pertanian di 400 hektare sawah dan 200 hektare perkebunan.
Sementara itu, Jembatan Bailey Presisi II – Kampung Sawah Laweh memiliki bentang 30 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 5 meter. Progres perakitan telah mencapai 95 persen dan pondasi 70 persen, dengan target selesai 20 Februari.
Manfaatnya akan dirasakan oleh sekitar 2.100 warga, termasuk akses menuju 2 PAUD, 2 SD, dan 1 masjid. Jembatan ini juga menopang sektor pertanian yang mencakup 500 hektare sawah serta 2.500 hektare perkebunan padi, jagung, hortikultura, kopi, kakao, hingga peternakan.
Dorong Pemulihan Ekonomi dan Sosial
Keberadaan dua Jembatan Bailey Presisi ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam masa sulit masyarakat.
Dengan kembali terhubungnya akses antarjorong, aktivitas pendidikan, ibadah, distribusi hasil pertanian, dan pergerakan ekonomi masyarakat Palembayan diharapkan kembali normal bahkan meningkat.
Langkah cepat dan terukur ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan fungsi kemanusiaan, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan dalam pemulihan pascabencana.
Dua jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi ribuan warga Palembayan, Kabupaten Agam, untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. (*)