oleh

KPK Akan Rekrut Penyelidik dari Lembaga Pendukung

bhinnekanusantara.id Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, ‎mengatakan, KPK secara perlahan akan merekrut penyelidik dari pihak atau lembaga yang selama ini menjadi pihak supporting system dalam proses penegakan hukum, seperti PPATK, OJK, BPKP, dan lembaga sipil lainnya.

“Kita juga meminta kepada BPKP, PPATK, OJK kemudian juga lingkungan dan kehutanan, PPNS kehutanan untuk masuk menjadi penyelidik KPK,” kata Agus usai membuka acara pelatihan belasan calon penyidik KPK di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (11/3).

‎Agus menjelaskan, pihaknya akan menarik dari sejumlah lembaga yang sebelumnya menjadi supporting system KPK dalam rangka memperkuat penindakan tindak pidana korupsi. Jika mengacu pada lembaga pemberantas korupsi sejumlah negara, memerlukan jumlah personel yang banyak.

‎”Ya kalau kita mengacu pada pengalaman di luar, apakah itu ICEC-nya Hongkong atau  CPIP Singapur atau yang lain, penindakan itu besar. Jadi kalau kita liat ICEC hongkong malah 70% penindakan,” ujarnya.

Lebih jauh Agus menyampaikan, bahwa di Indonesia, khususnya KPK, desain awalnya mungkin a‎gak keliru karena lebih banyak supporting system-nya ketimbang bagian pendindakan. Karena itu, secara perlahan KPK akan meminta dari lembaga di atas untuk bergabung menjadi penyelidik KPK. “Pelan-pelan kita geser,” ujarnya.

Sedangkan terkait pelatihan calon penyidik KPK, Agus menyampaikan, ini merupakan pelatihan untuk calon penyidik angkatan keempat. Menurutnya, penyidik KPK berasal dari berbagai sumber, baik internal dan eksternal.

“Yang paling penting dua, paling tidak dari internal, pegawai yang kemudian berkarir sebelumnya menjadi penyelidik menjadi penyidik. Kemudian kita juga merekrut dan teman-teman dari Polri,” katanya.

Adapun pelatihan saat ini, berasal dari internal yakni Direktorat Penyelidikan KPK.‎ Dari direktorat ini, KPK menugaskan sekitar 24 orang penyelidik untuk menjadi penyidik. Namun dalam pelatihan hari ini, tidak semuanya hadir karena berbagai hal.

“Ada dua orang yang melahirkan. Ada satu orang yang keluarganya kalau enggak salah ada yang yang berduka cita ya, meninggal. Ada dua orang sakit. Ini tadi 24 dikurangi 5, 19 ya itu sebagai kabar hari ini‎,” katanya.

 

 

Sumber : Gatra

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng