KPU : Pilpres Langsung Dongkrak Indeks Demokrasi Indonesia

bhinnekanusantara.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan, pelaksanaan pemilihan umum presiden (Pilpres) secara langsung merupakan barometer pelaksanaan demokrasi suatu negara.

Karena praktek itulah, Indonesia menjadi negara dengan indeks demokrasi yang baik bila dilihat dari kualitas penyelenggaraan Pilpres secara langsung sejak 2004.

“Kita ini sudah membangun tumbuhnya demokrasi dengan luarbiasa, dengan energi, tenaga, waktu yang kita keluarkan lama. Saya sampaikan, sampai dengan titik saat ini saat kecendrungan praktek demokrasi di banyak negara cendrung menurun,” kata Arief usai Rapat Koordinasi KPU Jawa Tengah di Java Heritage Hotel, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (29/11).

“Indonesia malah tidak menurun. Indonesia malah menunjukan hasil yang progresif, hasil yang positif gitu loh. Itu kan sebenarnya kita berhasil menyelenggarakan (pemilu),” imbuhnya.

Terkait adanya wacana mengembalikan pemilihan presiden lewat MPR, Arief menegaskan, tak mau ikut berpolemik terhadap wacana tersebut. Ia mengaku, jajajrannya tetap mempersiapkan diri untuk menggelar pemilu sesuai dengan yang itugaskan oleh undang-undang.

“KPU sampai hari ini siap menyelenggarakan pemilu secara langsung. KPU enggak berandai-andai. Intinya KPU siap menyelenggarakan pemilu secara langsung,” tegasnya.

KPU, kata Arief, tidak menentukan apakah sistem pemilu atau pilpres nantinya apakah dilakukan secara langsung atau tidak. Ia menyerahkan sepenuhnya putusan itu kepada pemerintah dan DPR.

Diketahui, PBNU merekomendasikan pemilihan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR. Hal itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo seusai bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Rabu (27/11) lalu.

 

sumber : mediaindonesia

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi