Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Ambulans Jenazah di Tol Pejagan–Pemalang, Diduga Sopir Mengantuk

bhinnekanusantara.id – Pihak kepolisian terus menyelidiki penyebab kecelakaan maut di Tol Pejagan–Pemalang yang menewaskan lima orang penumpang mobil ambulan pembawa jenazah pada Kamis (19/9/2019) sore.

Untuk mengungkap penyebab kecelakaan, Jumat (20/9/2019), Satlantas Polres Tegal kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

Kali ini, Satlantas dibantu Ditlantas Polda Jateng menggunakan metode traffic analysis accident (TAA) di kecelakaan yang terjadi KM 300 masuk wilayah Desa Pendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kepala Subdit Penegakkan Hukum Dirlantas Polda Jateng, AKBP Agung Aris, mengungkapkan, olah TKP dengan pengukuran manual dan dibantu alat pemindai 3 dimensi untuk mengetahui penyebab yang lebih detail hingga kronologi kejadian.

“Kami olah TKP dan scanner tiga dimensi yang jadi bahan kami untuk mengetahui dari mana titik pertama terjadi kecelakaan hingga pasca–kecelakaan. Kami semaksimal mungkin untuk melakukan ini. Dan nantinya sebagai bahan untuk melakukan pemeriksaan kepada saksi–saksi dan kami akan mengetahui bagaimana kronologisnya,” kata Agung.

Dengan bantuan alat itu, polisi bisa mencatat titik pertama hingga akhir ambulans yang melaju dari arah Jakarta menuju Semarang, sebelum akhirnya menabrak bagian belakang truk tronton.

Hasil pengukuran sementara oleh kepolisian, ambulans yang tersangkut bagian belakang truk sempat terseret hingga sejauh 200 meter dari lokasi awal kejadian.

Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan secara pasti kronologi atau penyebab pasti kecelakaan maut itu.

Agung mengaku pihaknya masih akan terus mendalami.

Hasil olah TKP akan dikonfrontasikan dengan para saksi seperti sopir truk sebagai bahan penyelidikan.

Selanjutnya, polisi juga akan memeriksa kondisi mobil ambulans apakah mengalami masalah pada pengereman atau tidak.

Kepala Satlantas Polres Tegal, AKP M Adiel Aristo mengungkapkan, saat ini pihaknya masih meminta keterangan para saksi termasuk sopir truk tronton.

Dugaan sementara hasil keterangan saksi awal, kata Adiel, sopir ambulans mengantuk.

“Mobil ambulans itu di kanan terus. Semakin ke kiri, ke kiri dan menabrak bagian belakang truk tronton. Keterangan saksi awal, dugaan sementara sopir mengantuk,” kata Adiel Aristo, saat dihubungi, Jumat (19/9/2019).

Sementara sopir truk tronton, Zaenal mengaku, sempat merasa terdorong saat sedang mengemudikan kendaraanya secara lambat di jalur kiri.

Meski demikian, ia sempat melajukan kendaraanya beberapa saat sebelum akhirnya merasa curiga dan memutuskan menepi untuk berhenti.

 

sumber : tribunjogja
editor : saibumi @polda jateng #polres rembang