oleh

Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet Minta Hakim Obyektif

bhinnekanusantara.id – Tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet meminta Majelis Hakim untuk obyektif dan tidak menerima surat dakwaan jaksa penuntut umum. Hal ini dikarenakan jaksa penuntut umum menggunakan Pasal 14 ayat 1 UU No 1 Tahun 1946.

Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin mengatakan, secara hukum setiap perbuatan yang diancam dalam delik pasal 14 ayat 1 tersebut diatur dalam undang-undang lain di luar KUHP sehingga pasal itu tidak dapat digunakan dalam surat dakwaan.

“Kami meminta yang mulia majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan untuk memberikan keputusan secara obyektif, itu yang kami harapkan,” kata Insank Nasruddin usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Insank menyebut, dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap sehingga tidak memenuhi ketentuan yang tertuang dalam Pasal 143 ayat 2 huruf b Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Tim kuasa hukum Ratna menyatakan tuntutan tersebut tidak menjelaskan dengan detail terkait kalimat mana yang menjadi bagian dari ujaran kebencian serta tidak jelas ditujukan kepada pihak suku, agama maupun ras yang mana serta tempat dan waktu ujaran kebencian tersebut.

“Oleh jaksa disebutkan bahwa kasus ini menimbulkan keonaran, tetapi ini kan lewat cuitan-cuitan. Ini kan terjadi di dunia maya sehingga keonaran dari mana,” kata Insank.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

Dalam tanggapannya, JPU meminta mejelis hakim menolak eksepsi yang diajukan pihak terdakwa. JPU menilai nota keberatan terdakwa tidak memiliki kekuatan yuridis.

Dalam sidang tersebut, jaksa meminta agar majelis hakim bersedia menyatakan surat dakwaan JPU sah dan berkenan melanjutkan perkara pemeriksaan.

Sidang kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, akan dilanjutkan pada Selasa (19/3/2019) pekan depan.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng