oleh

Lakukan Penipuan Dan Pemerasan, 40 WNA Taiwan dan China Diamankan Petugas Imigrasi Semarang

bhinnekanusantara.id – Puluhan warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan China ditangkap petugas Imigrasi Semarang dari sebuah rumah di Puri Anjasmoro Blok M2 Nomor 11 Kota Semarang.

Mereka diamankan pada Kamis (18/4/2019) karena merupakan pelaku kejahatan penipuan menggunakan alat komunikasi elektronik terhadap warga asing di Taiwan maupun China.

“Dilakukan penggrebekan di lokasi kegiatan yang dikategorikan kejahatan cybercrime,” ujar Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ramli HS, saat Konferensi Pers di Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Semarang, Senin (22/4/2019).

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan petugas. Di antaranya 29 ponsel, 64 unit telepon rumah, 10 paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp35 juta, 3 pejer, satu bendel dokumen, dan beberapa peralatan komputer.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja mengungkapkan, 40 WNA tersebut melakukan tindak penipuan sekaligus pemerasan. Sasarannya adalah warga negara asing yang ada di Taiwan ataupun China yang memiliki permasalahan hukum. Korban selanjutnya diminta membayar sejumlah uang kepada pelaku.

“Mereka kami jerat dengan Pasal 28 Ayat 1 UU No. 11/2008 tentang ITE,” ujarKabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja .

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono menambahkan para tersangka juga memodifikasi rumah yang mereka sewa agar kedap suara. Mereka kemudian menelepon korban di negara mereka untuk melancarkan penipuan.

“Mereka berpura-pura sebagai penegak hukum yang menghubungi target yang berada di China dan Taiwan dan menginformasikan bahwa target (korban) terlibat pidana dan dibuktikan dengan surat dari penegak hukum. Pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk menghapis catatan itu bila korban menyetor uang,” jelas Hendra.

Saat ini, petugas masih terus berupaya melakukan pemeriksaan untuk mendalami sejauh mana gerakan mereka di Indonesia. “Dari Interpol akan datang untuk interview langsung, karena selama ini mereka tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia,” Imbuhnya.

 

 

Sumber : Humas Polda Jateng

Editor : Kiss login by Polda Jateng

News Feed