oleh

Lelaki Bawa 35 Peluru, Paksa Masuk Markas Brimob Polda DIY

bhinnekanusantara.id – Warga asal Sleman, mencoba memaksa masuk ke Markas Brimob Polda DIY di Baciro Gondokusuman Yogyakarta, Selasa (12/3/2019), pukul 09.30 WIB, dengan alasan ingin latihan silat.

Namun setelah melalui pemeriksaan, lelaki berinisial RM RD (30) langsung diamankan, karena kedapatan membawa 35 butir peluru.

Berdasarkan keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo, Selasa (12/3/2019) petang di Mapolda DIY, warga Sumberharjo Prambanan tersebut langsung diamankan, karena membawa benda yang berbahaya.

“Petugas menemukan adanya bahan berbahaya berupa peluru dan perlu pendalaman lebih lanjut karena peluru ini masuk dalam kategori bahan peledak,” ungkap Hadi.

Menurut Hadi, lelaki tersebut kedapatan membawa 35 butir peluru dan sembilan di antaranya hampa. “Berdasar pemeriksaan awal, sembilan peluru hampa. Kami harus dalami lebih lanjut untuk apa peruntukannya, kami sudah buatkan laporan polisi tipe A dan sementara dikenakan Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata tanpa izin,” sambungnya.

Lelaki tersebut saat ini berada di Mapolda DIY untuk menjalankan pemeriksaan. Meski terperiksa menunjukkan gejala sakit jiwa, namun menurut Hadi, pihaknya tetap akan memeriksa kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Selain barang yang diduga peluru, dari tas RDY juga ditemukan barang-barang seperti jam tangan, kompas, flashdisk, Rexona, penggaris, tipe-x, lilin, beberapa buku, dan beberapa barang pribadi lainnya.

“Ada barang diduga magasin SS 1, namun belum bisa disimpulkan itu magasin atau bukan. Kami dari penyidik harus memeriksa. Ada beberapa buku, namun kami juga tidak bisa simpulkan itu buku apa. Untuk menyimpulkan suatu barang kami harus teliti dulu,” ujar Hadi

Meski muncul banyak foto ketika dilakukan penangkapan pada pria tersebut termasuk barang bukti yang didapatkan seperti buku-buku mencurigakan namun Hadi enggan membeberkan lebih lanjut. “Sementara alasan kami mengamankan karena ada benda diduga peluru, namun untuk hal lain semua masih perlu kami dalami,” tegasnya.

Sementara ini, lelaki penyusup tersebut, dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 51, meski tidak ditemukan senjata api maupun senjata tajam, namun tetap terindikasi membawa benda berbahaya.

 

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng