Lika Liku Perjalanan Panjang Demi Memusnahkan Ladang Ganja

Aceh – Mendaki, menurun, jalan bebatuan dan berlubang serta melalui sejumlah aliran sungai. Begitulah keadaan alam yang menemani perjalanan tim kepolisian dari Polres Aceh Besar serta sejumlah awak media ketika akan menuju lokasi penemuan ladang ganja di perbukitan wilayah Gampong Cot Sibate, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Rabu (6/3/2019), Tim Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Aceh Besar sebelumnya bersepakat untuk melakukan pemusnahan ladang ganja hasil temuan mereka. Polsek Suka Makmur, Aceh Besar, menjadi tempat tim dari kepolisian serta awak media berkumpul untuk berangkat bersama menuju lokasi.

Matahari yang menyinari Aceh terbilang terik. Meski posisinya sudah condong tiga per empat ke arah barat, namun panasnya masih sangat terasa menyengat kulit.

Sekira pukul 16.00 WIB, tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resort Aceh Besar, Ajun Komisaris Besar Polisi Ayi Satria Yuddha, mulai berbenah. Berbagai jenis kendaraan roda dua dan empat pun sudah dipersiapkan untuk bergerak menyusuri jalanan Montasik.

Sepeda motor yang saya tumpangi beberapa kilometer (Km) telah melaju di atas aspal jalan Kecamatan Montasik. Selama perjalanan, bukan hanya rumah dan bangunan toko saja yang disuguhkan, namun indahnya hamparan persawahan dengan latar barisan perbukitan menggambarkan kesuburan tanah di daerah ini.

Montasik merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan yang memiliki 59,79 Km ini terletak lebih kurang 11 kilometer dari ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh, ini, sebagian wilayahnya terdiri dari lahan persawahan dan perbukitan non pertanian.

Tim tiba di penghujung aspal simpang empat kecil yang dibatasi oleh irigrasi sebelum masuk ke kawasan perbukitan. Jembatan kecil di atas irigrasi yang harus dilewati, seolah menjadi gerbang awal menuju jalanan yang hancur dan harus dilalui lebih kurang 11 Km menuju lokasi.

Benar saja, baru beberapa meter dari jembatan, ban kendaraan pun langsung disambut bebatuan gunung yang bulat dan tersebar di jalan. Keadaan semakin diperparah dengan kondisi jalan menanjak serta terdapat lubang bekas kubangan. Berbeda dengan jalanan menanjak yang terkendala dengan lubang. Jalan menurun harus berhadapan dengan jalan yang penuh bebatuan serta jurang di salah satu sisi.

Jika tidak lihai dalam berkendara, bisa membuat kendaraan tidak berjalan alias menyangkut bahkan dapat membuat jatuh pengendara sepeda motor. Atau bisa saja terjun bebas dari atas bukit.

Sekitar 8 Km melalui perjalanan dengan kendaraan. Kini saatnya perjalanan harus dilalui dengan berjalan kaki. Hal ini ditandai dengan adanya sungai kecil dan tidak mungkin dilalui oleh mobil karena terdapat bebatuan yang dapat membuat mobil tersangkut.

Sungai ini kembali menjadi titik awal untuk melakukan perjalanan lagi dengan berjalan kaki sejauh 3 Km. Namun, sebelum melanjutkan perjalanan, tim kembali melakukan rapat dan menghitung jumlah personel yang ikut.

Jam telah menunjukkan pukul 17.08 WIB, tim yang berjumlah 40-an orang ini kembali memacu perjalanan dengan melalui kondisi jalan menanjak, turun, melalui 2 sungai kecil lainnya, serta keluar masuk hutan belantara yang penuh tumbuhan liar berduri.

Setelah 45 menit melakukan perjalanan dan beberapa meter sebelum keluar dari gelapnya hutan belantara. Dedaunan hijau yang cerah seolah-olah tampak mengintip di antara pepohonan. Kaki yang mulai lelah kembali bersemangat untuk melangkah menuju daerah yang terlihat terang itu.

Keluar dari gelapnya hutan belantara, tim disuguhkan dengan hamparan satu hektar lebih ladang ganja yang sangat hijau. Rata-rata batang marijuana yang tumbuh sekitar 50-150 centimer dan termasuk tumbuhan muda. Ini juga sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resort Aceh Besar, Ajun Komisaris Besar Polisi Ayi Satria Yuddha.

“Tanaman ganja yang ada sekitar usia antara 1-3 bulan dengan ketinggian 50-150 centimeter,” kata Ayi.

“Untuk saat ini belum bisa dipanen karena belum mencapai usia maksimal,” ujarnya lagi.

Tidak menunggu lama, tim yang terdiri dari puluhan personel kepolisian itu pun langsung memusnahkan ribuan batang ganja yang ada dengan cara dicabut terlebih dahulu dan kemudian dibakar.

Meski berhasil menemukan ladang ini, namun tidak terlihat adanya tanda-tanda polisi mengetahui dan menangkap pemilik atau pengelola lahan seluas satu hektar lebih itu. Padahal Tim Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar telah melakukan pengintaian lokasi selama seminggu terakhir.

“Selama itu belum ada kita lihat tanda-tanda keberadaan pelaku untuk kita tangkap untuk kita proses,” kat Ayi.

“Untuk saat ini masih status lidik,” katanya lagi.

Usai melakukan pemusnahan, tim kembali harus menyusuri hutan untuk kembali ke lokasi mobil diparkirkan sebelum kembali ke kota. Namun tidak semudah yang dibayangkan. Ketika perjalanan pulang, mobil patroli milik Polsek Montasik mengalami kendala sehingga harus ditarik melalui perbukitan dan dengan kondisi alam gelap.

Tim sepenuhnya baru dapat keluar dari kawasan perbukitan Montasik sekitar pukul 22.00 WIB.

 

 

Sumber : Akurat

Editor : Awlina login by Polda Jateng