oleh

‘Long Storage’ akan jadi Wisata Air

bhinnekanusantara.id – Pemkab Pekalongan berencana menjadikan ‘long storage’ atau bangunan penahan air dari tanggul penahan rob di pesisir Kabupaten Pekalongan sebagai destinasi wisata air. Di lokasi ini rencananya akan dilengkapi fasilitas dayung, jetski, dan wahanan air lainnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau ‘long storage’ di Kecamatan Wonokerto, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan, kunjungan dilakukan di lokasi tanggul penahan rob paket dua di Kecamatan Wonokerto.

Sebelumnya, Bupati sudah meninjau pembangunan tanggul tersebut di paket tiga di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Kedepan, lanjut Bupati, jika tanggul tersebut sudah jadi maka ‘long storage’ ini akan dijadikan paket wisata air.

“‘Long storage’ ini lebarnya sekitar 30 meter, kedalaman 1 meter lebih, dengan panjang 4 kilometer. Ini kedepan akan dijadikan sebuah wahana untuk wisata air yang luar biasa dan alami,” katanya.

Bangunan penampungan air untuk mengatasi rob yang masuk ke daratan tersebut, kata dia, akan berfungsi optimal dan multifungsi. Di antaranya, lanjut Bupati, akan ditaburi ikan.

“Salah satu hikmah setelah penderitaan panjang sekian tahun, sejak tahun 2008, rob menggenangi pemukiman warga, baru sejak tahun 2017, 2018, 2019 ada upaya-upaya yang signifikan dengan pembangunan tanggul penahan rob dengan dana APBN pola multiyears,” ujar Asip.

Dikatakan, dengan adanya tanggul tersebut saat ini genangan rob sudah susut secara signifikan. Sehingga, masyarakat sudah senang.

“Tadi kita ke kantor kecamatan yang dulunya tergenang sekarang sudah normal kembali. Ini upaya serius pemerintah untuk mengatasi rob di pantai utara Jawa, khususnya di Kabupaten Pekalongan,” kata Asip.

Dengan selesainya pembangunan tanggul itu, kata Asip, destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan akan bertambah. Selain wisata pantai, ada juga wisata air di dekat pantai.

“Nantinya bisa bermain dayung, kapal, jetski air, dan wahana air lainnya. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Saya harapkan bisa dikelola oleh pelaku Pokdarwis dari desa-desa di sekitar lokasi tanggul. Ini menjadi pemantik kesejahteraan, pemicu tumbuhnya ekonomi,” katanya.

Ditambahkan, Pantai Wonokerto Kulon dulunya bukan potensi wisata, karena kondisinya kumuh dan kotor. Namun saat ini setelah dikelola oleh Pokdarwis menjadi salah satu destinasi wisata pantai di Kota Santri. Income di Pantai Wonokerto Kulon pun sudah mencapai ratusan juta rupiah.

“Pantai Wonokerto Kulon dulu tidak punya potensi wisata, karena kotor. Sekarang dikelola Pokdarwis, incomenya sudah lumayan. Malam tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan jual produk khas Kabupaten Pekalongan. Ada pemberdayaan, nilai ekonomis, dan infrastrukturnya juga tertata dengan baik,” imbuhnya.

 

 

Sumber : Radar Pekalongan

Editor : Kiss login by Polda Jateng