oleh

Mahasiswanya Jadi Pengedar Narkoba, Sikap Tegas Undip: Kami Tidak Berikan Pendampingan Hukum

bhinnekanusantara.id – Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rico Geger Prakoso (23) berurusan dengan pihak kepolisian karena menjadi pengedar sabu.

Pihak universitas secara tegas pun menyatakan tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada mahasiswanya tersebut.

Hal itu diungkapkan melalui Kepala UPT Humas dan Media Undip Nuswantoro Dwiwarno saat dikonfirmasi , Selasa (12/3/2019).

“Undip tak akan memberi bantuan hukum kepadanya. Karena perbuatannya menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” terang Nuswantoro.

Menurutnya saat ini Undip masih mengkroscek terkait kesesuaian dan kebenaran identitas mahasiswa bersangkutan, dengan pihak fakultas.

Jika memang benar Rico Geger Prakoso merupakan mahasiswa Undip, apa yang dia lakukan, menurut Nuswantoro, adalah dalam kapasitasnya sebagai pribadi.

“Ia melakukannya di luar kampus Undip sehingga menjadi tanggung jawab pribadi,” terangnya.

Menurutnya, Undip mendukung langkah-langkah penegak hukum untuk menindak Rico Geger Prakoso, jika dugaan penggunaan sabu itu terbukti.

“Karena itu adalah kasus pidana,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Rico Geger Prakoso (23) sibuk menjadi kaki tangan bandar narkoba dan abai pada tugasnya menyelesaikan kuliah

Mahasiswa ini harus berurusan dengan polisi lantaran menjadi pengedar sabu.

Bersama rekannya, M Dimas (24), Rico mengedarkan sabu sesuai permintaan seseorang yang masih dalam pengejaran.

Rico ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang saat hendak mengantar paket sabu di Jalan Seroja, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah pada 5 Maret 2019 lalu.

Dari hasil pengembangan keterangan Rico, polisi menciduk Dimas di rumahnya di Purwosari, Kecamatan Semarang Utara.

Dimas ditangkap beberapa saat setelah mengkonsumsi sabu.

“Sudah semester sembilan, kuliah di D3 Jurusan Humas Fisip Undip Semarang,” ujar Rico.

Ternyata pula, Rico pernah ditangkap atas kasus sama pada Desember 2018.

Saat itu dia direhabilitasi karena berstatus sebagai pengguna.

 

 

 

Sumber : Tribun Jateng

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng