oleh

Mantan Perampok Kelas Kakap Demak Taubat, Beri Santunan 500 Anak Yatim, Masing-masing Rp 500 Ribu

Demak –  Mantan perampok kelas kakap yang beroperasi sejak 1975 menggelar santunan untuk anak yatim.

Tidak hanya sekedar santunan, Wasiran alias Randu yang berusia 63 tahun juga menggelar kirab budaya untuk mengarak anak yatim.

Puluhan odong-odong berbentuk kereta, kelompok reog, dan marching band anak-anak ikut memeriahkan acara tersebut.

Para ratusan anak yatim beserta ibunya dinaikan odong-odong dan dikirab memutari Desa Ngemplak, Mranggen, Demak.

Alasan ia menggelar kirab tersebut, untuk membahagiakan anak yatim.

“Dulu saya sering menyusahkan orang waktu ngerampok, sekarang saya mau berbuat baik,” ujarnya, Sabtu (13/8/2022).

Hal tersebut adalah sebagian kecil usahanya untuk kembali ke jalan yang benar.

Terlebih ia merampok sudah lebih dari 13 tahun.

“Saya merampok di daerah Bandung, Jakarta, Surabaya. Sudah sering beberapa kali masuk penjara di luar kota sampai ga kehitung,” katanya.

Hampir tiap tahunnya, ia menyantuni anak yatim dengan memberikan hiburan, pengajian serta  makanan maupun uang tunai.

“Ada 500 orang yang disantuni, saya tidak berani memberi mereka Rp100 ribu. Alhamdulillah saya bisa beri Rp 500ribu per orang karena mereka juga seharian di sini sampai malam,” ucapnya.

Dana yang ia gunakan adalah dana pribadinya.

“Pakai uang pribadi hasil kontrakan, dan usaha air tetis,” katanya.