oleh

Mbah Moen Bicara soal Mengendalikan Perbedaan di Pemilu 2019

bhinnekanusantara.id – Menjelang Pemilu 2019, kediaman KH Maimun Zubair (Mbah Moen) di Karangmangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah kian banyak didatangi oleh politikus. Baik yang meminta nasihat atau memohon restu dari pengasuh Pondok Pesantren Alanwar tersebut.

Dua calon presiden yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sudah berkunjung ke Mbah Moen. Termasuk juga tokoh politik pendukung kedua calon presiden tersebut.

Awal bulan ini, keluarga Cendana yakni: Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Mbak Tutut) dan Siti Hediati Harjadi (Titiek Soeharto) juga mengunjungi Mbah Moen. Petinggi Partai Berkarya yang mendukung pasangan capres Prabowo -Sandiaga Uno itu datang untuk silaturahmi.

Mbah Moen yang kini berusia 91 tahun menerima semua tetamu tersebut tanpa membedakan pilihan politik. Jika mereka minta didoakan, Mbah Moen juga tak keberatan untuk mendoakan. “Ya saya doakan, mesti minta doa itu ya yang pantas. Saya memberi dukungan umpama, mendoakan dukungan saya gak jadi ya ndak pantas,” kata Mbah Moen.

Perbedaan pilihan dalam pemilu, kata Mbah Moen, jelas tak bisa dielakkan. Namun hendaknya perbedaan itu tidak menimbulkan permusuhan. Putra-putra Mbah Moen misalnya, Majid Kamil Maimoen (Gus Kamil) dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendukung Jokowi -Ma’ruf, sementara Muhammad Najih Maimoen (Gus Najih) dan Muhammad Wafi Maimoen (Gus Wafi) berada di barisan pendukung Prabowo-Sandiaga.

Mbah Moen tentu berharap mereka mengikuti pilihan orang tuanya. Namun tentu saja itu tak bisa dipaksakan. Seperti apa nasihat Mbah Moen dalam menyikapi perbedaan pilihan di Pemilu 2019, dan juga soal bagaimana menjaga toleransi antar umat beragama, saksikan Blak blakan Mbah Moen, Perbedaan Pilihan di Pemilu 2019, Senin (11/3), pukul 13.00

 

 

Sumber : Detik

Editor : Awlina login by Polda Jateng