Mbah Roso Meninggal, Kabupaten Pati Ditetapkan Zona Merah Kasus Korona

bhinnekanusantara.id – Kabupaten Pati ditetapkan sebagai zona merah Covid-19 kemarin. Hal ini setelah satu pasien dalam pemauntauan (PDP) Imam Suroso meninggal dunia pada Jumat (27/3) malam.

 

Pemkab pun kemudian mengambil langkah serius. Yakni melakukan tracking orang-orang yang berinteraksi dengan anggota DPR RI tersebut. Termasuk menutup sementara Pasar Puri Baru yang menjadi salah satu lokasi kegiatan Imam Suroso sepekan sebelum meninggal dunia.

Mbah Roso –sapaan akrab Imam Suroso- sebelumnya dirawat di RSUP Kariadi Semarang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mbah Roso menunjukkan gejala demam sejak Rabu (18/3) di Jakarta sebelum pulang ke Pati. Setelah sampai di Pati melakukan beberapa agenda, termasuk pembagian hand sanitizer dan masker di Pasar Puri Baru bersama dokter dan staf RS Mitra Bangsa Pati pada Jumat (20/3). Setelah itu, Sabtu (21/3) Imam mengalami demam tinggi serta nyeri tenggorokan dan dirawat oleh dokter pribadi.

TANGGAP PANDEMI: Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wabup Bayu Andriyanto, Sekda Rembang Subakti, dan Asisten 1 Sekda Rembang Ahmad Mualif mengumumkan Rembang berstatus KLB korona kemarin.

TANGGAP PANDEMI: Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wabup Bayu Andriyanto, Sekda Rembang Subakti, dan Asisten 1 Sekda Rembang Ahmad Mualif mengumumkan Rembang berstatus KLB korona kemarin.

 

Sejak saat itu, tim kesehatan almarhum mulai menduga dia masuk orang dalam pantauan (ODP). Sebab, kembali dari Jakarta dengan gejala menyerupai Covid-19. Mbah Roso dan keluarga kemudian disarankan untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Sehari setelah dinyatakan ODP, keluarga almarhum memberikan kabar kondisi demam politikus PDIP ini, semakin tinggi dan batuknya semakin hebat.

Keluarga lantas melarikan ke RSUP Kariadi Semarang dan menjalani rawat inap. Di rumah sakit rujukan itu, keluarga memberikan informasi kondisi almarhum ada pneumonia dan sesak nafas. Kemudian diisolasi di Kariadi Rabu (25/3). Kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya Jumat (27/3) sekitar pukul 20.50 dinyatakan meninggal dunia.

Jenazahnya kemudian dilakukan pemulasaran sesuai protokol Covid-19 dan dimakamkan di kediamannya di Dukuh Saliyan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Sabtu (28/3) dini hari. Salah satu sumber keluarga mengatakan, almarhum telah dimakamkan di lingkungan rumahnya. Itu sesuai pesan dari almarhum.

Bupati Pati Haryanto menjelaskan, pihaknya telah mengambil kebijakan strategis untuk mencegah perkembangan virus yang mudah menular tersebut. Tracking dilakukan ke beberapa wilayah yang secara langsung melakukan kontak dengan Mbah Roso.

Sebab sebelum meninggal, almarhum mengadakan beberapa kegiatan di Pati. Dalam upaya tracking tersebut, orang nomor 1 di Bumi Mina Tani itu, telah menyebar tim medis untuk mendatangi lokasi kegiatan almarhum. Salah satunya di Dukuh Saliyan dan Pasar Puri Baru. Tim medis juga mendatangi keluarga dari orang-orang yang kontak langsung dengan almarhum.

”Tim medis sudah kami bekali peralatan sesuai standar. Kami telah tracking lingkungan keluarga almarhum, tenaga kesehatan yang diketahui melakukan operasi mata kaki almarhum setelah tiba di Pati, warga yang mengikuti senam bersama almarhum, dan Pasar Puri Baru tempat almarhum mengadakan baksos. Tim medis juga telah mendatangi rumah warga yang kontak erat dengan almarhum di Pasar Puri,” jelasnya.

Ia mengaku, proses tracking terus dilakukan. Saat ini, tim medis sudah mengantongi nama-nama orang yang kontak langsung dengan Mbah Roso. Warga yang sudah didata telah disemprot antiseptik dan akan dilakukan rapid test untuk mengetahui penyebaran Covid-19.

”Alat rapid test didatangkan dari Provinsi Jateng. Semua yang kontak langsung dengan almarhum akan dites. Termasuk wartawan yang mengikuti kegiatan almarhum di Pati. Kami juga meminta warga yang kontak langsung dan belum terdata untuk melapor dan memeriksakan diri. Kami juga mohon yang kontak dengan almarhum untuk isolasi mandiri dan jangan kontak dengan orang lain,” jelasnya di Pendapa Pati kemarin.

Selain tracking, pihaknya juga menutup sementara Pasar Puri Baru selama sepekan. Kemarin pagi, petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pati telah mendatangi pasar dan memberikan informasi kepada para pedagang untuk segera membereskan dagangannya dan meninggalkan lokasi. Sebab, pasar itu akan disemprot disinfektan dan di-lockdown selama sepekan ke depan. Penyemprotan disinfektan dilakukan pagi dan sore.

Bupati meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada. Dia juga mengimbau warga Pati dari Jakarta tidak mudik. Namun yang terlanjur mudik, pemkab mengambil langkah antisipasi. Tim gabungan dari DKK, Polri/TNI, Satpol PP, dan lainnya berjaga di Terminal Kembangjoyo Pati untuk mendata dan memeriksa warga dari luar daerah yang mudik ke Pati.

Sementara itu, Kabupaten Rembang resmi berstatus kejadian luar biasa (KLB) terhadap Covid-19. Keputusan ini resmi dinyatakan oleh Bupati Abdul Hafidz kemarin pukul 16.30. Hal ini berlaku bagi 14 kecamatan dengan melihat perkembangan terkait virus Covid-19.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, status ini dikeluarkan setelah ditetapkannya satu warga Rembang positif Covid-19 dan meninggal di RS yang ada di Semarang. Selain itu, banyaknya orang dari luar yang pulang kampung. Di antaranya dari Jabodetabek. ”Kepulangan warga dari Jabodetabek dan luar biasa banyak dalam beberapa hari terakhir. Sampai ribuan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada enam kelompok kerja (pokja) yang nantinya akan bergerak dalam penanganan Covid-19. KLB diambil dengan pertimbangan tidak sampai lockdown. ”Intinya bagaimana nanti batasan-batasan ini tidak terlalu mengganggu masalah sosial maupun ekonomi. Tujuan kami menyelesaikan kasus Covid-19,” imbuhnya.