Meminimalisir Harga Bapokting Tidak Sesuai HET, Satgas Pangan Polda Bali Rutin Laksanakan Sidak Pasar
Bali - Dalam menjamin harga dan ketersedian stock kebutuhan 14 bahan pokok penting (bapokting) yang sesuai bagi masyarakat. Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali, kembali turun langsung ke Pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor untuk melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak).
Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Bali yang tergabung dalam Tim Satgas Saber Pangan Provinsi Bali, bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bali, dan Bulog Kanwil Bali melaksanakan sidak pasar pada Pasar Kreneng, Distributor dan Ritail Modern Denpasar, Sabtu (18/4/2026).
Adapun tujuan dilaksanakannya sidak pasar ini, untuk penyesuaian harga pangan yang dijual agar sesuai HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan oleh pemerintah, sekaligus juga untuk mengetahui distribusi bapokting pada distributor, sehingga dapat mengetahui ketersediaan stock yang cukup.
Pada kegiatan tersebut, Satgas Pangan melaksanakan sidak pada Toko Kamila, Toko Daging Sapi dan potong ayam, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri yang berlokasi di Pasar Kreneng, Distributor CV. Crystal yang berlokasi di Jalan Raya Cargo, serta ritel Modern Supermarket Tiara Dewata di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar.
Pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian harga jual pada 14 Bapoting agar sesuai HET, serta menyusuri alur distribusi, untuk mengetahui ketersediaan stok di gudang.
Pada kesempatan tersebut, Satgas Saber Pangan juga mengingatkan agar para pelaku usaha untuk tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Petugas juga menyampaikan bahwa apabila terjadi pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan terjadi keterjangkauan harga, keterjaminan mutu pangan serta ketersediaan pangan, dan sekaligus juga dapat memastikan keamanan stock barang, sehingga masyarakat dapat memperoleh 14 Bapoting dengan harga wajar dan mudah untuk di Wilayah Bali. (*)