Menipu Berkedok Rekrutmen Dishub Kabupaten Semarang, 2 Pegawai Satpol PP Ditangkap Polisi

bhinnekanusantara.id – Dua tenaga atau pegawai honorer Satpol PP Kabupaten Semarang, Ricky (25) dan Danar (26) melakukan penipuan berkedok rekrutmen pegawai di Dishub Kabupaten Semarang.

Belasan orang jadi korban, dijanjikan untuk menjadi pegawai Dishub dengan membayar puluhan juta.

Dalam gelar perkara di Mapolres Semarang, Selasa (7/1/2020) siang, Kasatreskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba, menjelaskan, kedua pelaku memanfaatkan momen pendaftaran CPNS terbuka akhir tahun lalu. Mereka melakukan aksinya mulai 11 Desember 2019.

“Mereka berdua menjaring sekitar 15 korban dijanjikan masuk menjadi pegawai kontrak Dishub Kabupaten Semarang,” jelasnya.

15 korban tersebut menurut Kasatreskrim diminta untuk membayar uang sebesar Rp10 juta hingga Rp20 juta.

Untuk membuat percaya belasan korban tersebut, keduanya membuatkan surat pemberitahuan diterima dan surat undangan penandatanganan kontrak kerja.

“Jadi mereka membuat surat surat tersebut agar meyakinkan korban bahwa sudah diterima,” kata dia.

Namun setelah membayar uang tersebut, belasan korban tidak juga bekerja di Dishub Kabupaten Semarang.
Maka 25 Desember korban melapor ke Polres Semarang.

“Keduanya ditangkap 26 Desember 2019 di rumah masing-masing,” jelasnya.

Dari keduanya, polisi mendapatkan beberapa barang bukti, di antaranya uang tunai Rp4.950.000, stempel Dishub Kabupaten Semarang, buku tabungan BRI, seragam, hingga komputer pelaku yang digunakan untuk membuat surat-surat palsu.

Menurut Kasatreskrim, keduanya melanggar pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 4 sampai 5 tahun penjara.

Disinggung terkait kemungkinan tersangka lain termasuk petinggi Satpol PP atau Dishub Kabupaten Semarang, Kasatreskrim masih mendalaminya.

“Hingga saat ini tidak ada, artinya murni mereka berdua. Tetapi tetap kami dalami,” jelas dia.

Sedangkan Ricky, salah satu peserta mengaku ia dan Danar melakukan penipuan atas inisiatif sendiri.
Uang yang didapat dari para korban pun dibagi untuk mereka berdua.

“Kami gunakan untuk karaokean, untuk kehidupan sehari-hari, juga untuk membelikan cincin bagi pacar saya,” jelasnya.

sumber : tribun

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi