Menolak Selingkuh, Ibu 2 Anak di Grobogan Tewas Dibunuh Tetangga

bhinnekanusantara.id – Ibu dua anak di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, ditemukan tewas mengenaskan dengan luka belasan tusukan di sekujur tubuhnya, Selasa (24/3/2020). Korban yang diketahui bernama Siti Asfarati (36) diduga dibunuh pria yang masih tetangga dekat rumah.

Pelaku yang sudah diketahui identitasnya itu kini masih dalam pengejaran polisi setelah kabur ke hutan usai melakukan aksi sadisnya itu.

Belum diketahui motif pembunuhan yang menggegerkan warga desa tersebut, namun dugaan sementara korban menolak selingkung dengan pelaku.

Dari hasil identifikasi polisi, korban mengalami 11 luka tusukan di leher, dada, perut dan tangan. Jasad korban ditemukan tergeletak bersimbah darah oleh orang tuanya di dalam kamar, Selasa dini hari.

Orang tua korban yang sempat mendengar teriakan anaknya langsung bangun dan menuju kamar Siti. Mereka dibuat terkejut saat menemukan Siti sudah dalam kondisi tergeletak.

Awalnya, orang tua korban mengira anaknya mengalami pendarahan karena banyak darah yang keluar dari kaki. Namun setelah diusap ternyata ada lubang tusukan di bagian tubuh. Orang tua korban kemudian berlari dan berteriak minta tolong kepada warg ayang masih terlelap.

Teriakan orang tua korban membuat warga terbangun dan menuju sumber suara. Warga kemudian membawa jasad korban ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Dokter Soedjati Purwodadi.

Setelah divisum, jasa korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka. Kedatangan jenazah korban disambut isak tangis keluarga, bahkan kedua orang tua Siti jatuh pingsan dan harus dibantu warga untuk menyadarkan.

Sukardi, suami Siti yang baru tiba dari Surabaya pun nyaris pingsan saat keluar dari dalam mobil.

Tetangga korban, Sururi mengatakan, pelaku yang merupakan resedivis kasus percobaan pembunuhan menaruh hati kepada korban. Namun,  korban menolak karena sudah bersuami. Hal itu diduga membuat  pelaku marah dan menikam korban dengan menggunakan pisau.

“Pelaku mungkin dendam karena cintanya ditolak. Pelaku kemungkinan masuk kamar korban pas lagi tidur. Sebab, kebiasaan warga di sini (Asemrudung) tiap malam selalu menutup pintu tanpa dikunci, sehingga pelaku dengan mudah masuk ke dalam kamar korban,” katanya.

Kepala Desa Asemrudung, Wita menjelaskan bahwa, kehidupan sehari-hari pelaku tidak di desa namun tinggal di Jakarta. “Baru sehari semalam pulang ke rumah. Pelaku tiba-tiba berulah,” katanya.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi dan melacak jejak korban hingga ke pinggir hutan. Kasus pembunuhan itu kini masih ditangani Polres Grobogan.

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi