Misuh di Medsos Soal Penutupan Jalan Semarang, Pria Ini Ditangkap Polisi

bhinnekanusantara.id – Seorang pemuda berusia 23 tahun di Kota Semarang ditangkap tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Penangkapan pria berinisial AS itu terkait dugaan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap Pemkot Semarang.

Warga Tarupolo Semarang Barat itu sebelumnya menuliskan di kolom komentar dengan bahasa kasar pada sebuah posting-an di grup Facebook MIK Semar, Minggu (19/4) kemarin terkait pengumuman kebijakan penambahan tiga ruas jalan ditutup untuk antisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19. Dalam komentarnya itu AS, menyebut ketakutan terhadap Corona wajar, namun dia lalu misuh alias memaki terbitnya aturan penutupan jalan.

AS juga menuliskan sumpah serapah kepada pembuat aturan. Padahal, aturan ini merupakan persetujuan dari Pemkot Semarang dan kepolisian.

“Kami mengamankan seseorang berinisial AS, diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial. Yang bersangkutan menuliskan kenapa jalan ditutup,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Mauludin di kantornya, Senin (20/4/2020).

Hingga saat ini AS masih diperiksa di Mapolrestabes Semarang. Pihak pelapor juga sudah dimintai keterangan.

“Penanganan masih dalam penyelidikan, kami sudah menerima aduan dari yang mewakili pemerintahan. Sudah menjalani pemeriksaan,” terangnya.

Sementara itu, AS mengaku kesal hingga berkomentar kasar terkait penutupan jalan. Sebab, ruas jalan yang ditutup itu merupakan jalur yang biasa dia lalui saat menghampiri temannya.

“Kesal ruas jalan ditutup, sering lewat buat main ke Tugu Muda, sering lewat Lamper juga, ke rumah teman, jengkel harus memutar,” ujar AS.

Pria yang saat ini mengaku masih mencari pekerjaan itu menyesal atas perbuatannya itu. AS juga meminta maaf kepada Pemkot Semarang dan Wali Kota Semarang.

“Saya secara pribadi mohon maaf untuk yang tersinggung, kepada Pemkot, kepada pak wali kota,” ujar AS.

“Saya tidak akan mengulangi, benar ada istilah jarimu harimaumu,” sambungnya.

Atas perbuatannya AS dijerat dengan pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE. AS terancam hukuman enam tahun penjara. (deaova)