Muncikari Prostitusi Online di Blitar Punya 15 Anak Buah, Semuanya LC

Blitar – Muncikari prostitusi online di Blitar ternyata punya anak buah sebanyak 15 orang. Mereka semua berprofesi sebagai pemandu lagu (LC) di beberapa tempat karaoke di Blitar.

Namun karena 8 tempat karaoke itu ditutup oleh Pemkot Blitar, akhirnya para LC meminta sang muncikari mencarikan pelanggan lewat media sosial.

“Pengakuan tersangka, dia punya anak buah sebanyak 15 orang. Semua wanita dewasa yang berprofesi sebagai pemandu lagu atau LC,” ungkap Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Efendi, Jumat (8/3/2019).

Melalui grup tertutup di FB, Reza Satya Angga Prama Putra menawarkan para LC itu bisa menemani calon pelanggan sesuai tarif dan tempat yang diinginkan. Biasanya, sekali transaksi Reza menawarkan seharga Rp 1,5 juta. Dari hasil itu, warga Jalan Bromo, Kepanjenkidul, Kota Blitar itu akan mengambil untung Rp 600 ribu. Sisanya Rp 900 ribu baru diberikan kepada LC yang dibooking pelanggan.

“Tersangka mengaku, baru kali ini menawarkan anak di bawah umur itu. Anak-anaknya hanya dua katanya, yang 15 itu wanita dewasa semua,” imbuhnya.

Berbeda dengan wanita dewasa, untuk kedua anak dibawah umur ini Reza menawarkan seharga Rp 4 juta. Masing-masing anak ditawarkan Rp 2 juta.

Prostitusi online melalui medsos ini diduga sudah ada selama satu tahun terakhir. Karena dari pantauan tim cyber troop, grup tertutup ini telah dibuat sejak awal 2018 lalu.

 

 

Sumber : Detik

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng