Naik Helikopter, Kapolda Jateng Pantau Pilkades Wonogiri

bhinnekanusantara.id – Kapolda Jawa Tengah, (Jateng) Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, turun langsung untuk memantau situasi dan kondisi keamanan di sejumlah desa yang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Wonogiri, Rabu (25/9/2019).

Kapolda datang ke Wonogiri naik helikopter Polri yang mendarat di Stadion Pringgodani, Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Rabu siang. Kedatangannya disambut Kapolres, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Bupati Joko Sutopo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Agus Irawan Yustisianto, pejabat Pengadilan Negeri (PN), dan aparat Kodim 0728/Wonogiri.

Seusai turun dari helikopter, Kapolda menyampaikan kedatangannya ke Wonogiri untuk memantau langsung kondisi Wonogiri, terutama desa yang menggelar pilkades.

Dia tak memungkiri kehadirannya tersebut tak terlepas dari adanya sejumlah desa pelaksana pilkades yang rawan konflik. Dia juga ingin memberi semangat kepada personel pengamanan dalam bertugas.

Kapolda sudah menginstruksikan seluruh personel selalu siaga. “Setiap pilkades memang ada kerawanan. Itu sudah biasa. Setiap ada pilkades di daerah [Jateng], saya datangi,” ucap Kapolda.

Sebelum datang, Kapolda mengaku sudah memerintahkan tim asistensi dari Polda Jateng memantau ke lapangan. Tim terdiri atas Kepala Biro Operasional (Karoops), Komandan Satuan (Dansat) Brimob, dan Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam).

Langkah ini untuk memastikan pilkades berjalan damai, lancar, dan sukses tanpa ekses. Menurut dia pilkades yang berkualitas berawal dari situasi yang aman.

Informasi yang dihimpun, tim asistensi Polda berkeliling memantau situasi desa pelaksana pilkades bersama tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan elemen lainnya.

Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Zyqma Idatya Fitha, berdasar pantauannya, pemungutan suara di desa pelaksana pilkades lancar.

Hingga siang tidak ada laporan dari panitia pilkades yang kekurangan surat suara atau masalah lainnya. Dia bersama tim panitia tingkat kabupaten dan tim asistensi dari Polda terus memantau ke sejumlah desa.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi mencatat ada 15 desa di delapan kecamatan yang rawan konflik saat pilkades berlangsung. Desa-desa itu tersebar di Manyaran, Eromoko, Ngadirojo, Slogohimo, Sidoharjo, Paranggupito, Purwantoro, dan Girimarto.

Pantauan Solopos.com, di desa yang kontestasinya diprediksi ketat, seperti di Jaten, Selogiri, pemungutan suara berjalan lancar. Pemilih memberikan suara di tiga tempat pemungutan suara (TPS), yakni di lapangan badminton, pendapa kantor desa, dan halaman taman kanak-kanak (TK).

Tiga TPS itu masih dalam satu kompleks. Salah satu panitia secara berkala memberi informasi pembagian TPS berdasar dusun. Hal itu supaya pemilih tidak salah TPS. Kapolda bersama rombongan pejabat turut memantau pilkades di desa tersebut.

Di sela-sela kegiatan itu Bupati mencoblos di TPS 2. Seperti diketahui, Bupati merupakan warga desa setempat sehingga memiliki hak memilih. Pilkades Jaten diikuti dua calon kepala desa (cakades), yakni Kenthut Wahyuni dan Joko Santoso.

Proses pemungutan suara di Pare, Selogiri, juga berlangsung lancar. Warga antusias menyalurkan hak pilih. Bahkan, mereka rela antre panjang agar bisa segera mencoblos.

Salah satu warga, Tarno, mengatakan enggak masalah antre lama asal bisa mencoblos. Dia berharap siapa pun kadesnya bisa memajukan Pare.

 

sumber : solopos
editor : saibumi @polda jateng #polres rembang