Napi Lapas Kedungpane Semarang Kendalikan Perampokan di Jalur Pantura

Kerjasama dengan Napi Lapas Pati

bhinnekanusantara.id – Tim Jatanras Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap lima dari tujuh pelaku perampokan truk berisi onderdil kendaraan senilai ratusan juta rupiah. Yang mengejutkan, aksi perampokan di jalur Pantura tersebut dikendalikan oleh dua narapidana (napi) dari Lapas Kedungpane Semarang dan Lapas Pati.

Lima pelaku yang diamankan polisi, yakni AR, warga Kabupaten Jombang, Jatim; SS, warga Kabupaten Mojokerto, Jatim; dan ERS, warga Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kemudian, LS, napi Lapas Kedungpane Semarang dan SGY dari Lapas Pati, yang memberikan perintah kepada kelima pelaku.

Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti dua pucuk senjata api. Selain itu, onderdil motor dan uang ratusan juta rupiah hasil penjualan barang yang dirampok di Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, pada Senin (4/11/2019) lalu.

“Modusnya agak menarik karena dikendalikan oleh narapidana yang sedang menjalani hukumannya di LP,” kata Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto saat pemaparan kasus perampokan di Mapolda Jateng, Rabu (20/11/2019).

Budi mengatakan, kedua napi mengendalikan perampokan dari dalam lapas dengan menggunakan alat komunikasi telepon seluler (ponsel). Keduanya meminta lima pelaku untuk mencari kendaraan yang membawa angkutan berharga di jalur Pantura kawasan Jawa Timur (Jatim) hingga kawasan Jateng.

“Pelaku melihat apakah ada peluang atau ada sopir truk yang sendirian. Tentunya dia memperkirakan kira-kira ini bisa saya lumpuhkan atau tidak. Setelah mengetahui sopir truk ini sendirian dan kira-kira bisa dilumpuhkan, maka mereka melakukan aksinya,” katanya.

Kelima pelaku mengetahui ada kendaraan berhenti di rest area jalur Pantura Demak pada Senin, 4 November 2019 dini hari, berhasil menyekap sopir truk. Mereka selanjutnya membuang korban di daerah Tingkir, Salatiga.

Para pelaku kemudian membawa kabur barang-barang elektronik senilai Rp400 juta sedangkan mobil dibuang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. “Mereka melakukan aksinya dengan cara dibekap, disekap, dan dibuang,” katanya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar F Sutisna mengatakan, komplotan perampok itu ditangkap setelah mendapat laporan dari korban. Polisi kemudian mengejar para pelaku dan berhasil mengamankan lima di antaranya. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran.

“Saat ditangkap, melakukan perlawanan dan melarikan diri. Kami harus melumpuhkan tiga pelaku,” kata Iskandar F Sutisna.

Sementara pemilik barang, Supriyanto, mengaku onderdil motor tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta dari Surabaya. Namun di tengah perjalanan, sopir dirampok di rest area jalur Pantura Demak, Jateng.

“Itu waktu lewat, sopirnya mau istirahat di rest area, mobil langsung dinaiki sama pelaku, sopirnya diikat dan dibuang di pinggir jalan,” kata Supriyanto.

 

sumber : humas polda jateng

editor : saibumi @polda jateng