NasDem dan PKS Tunjukkan Kedewasaan

bhinnekanusantara.id – Langkah elite Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menjaga harmonisasi politik dinilai bisa memupuk energi persatuan bangsa. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi upaya kedua partai dalam merajut persatuan meskipun berbeda pandangan politik.

“PKS sekarang memainkan peran yang cukup penting dalam menjaga persatuan dan akhir-akhir ini lagi musim pelukan, ya. Tampaknya simbolik, tapi bila di puncak terjalin hubungan, maka bisa insya Allah sampai ke bawahnya perasaan kebersamaan yang bisa terjaga,” kata Anies saat memberikan kata sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, langkah pimpinan PKS yang menerima kunjungan elite Partai NasDem beberapa waktu lalu merupakan langkah yang baik dalam merajut persatuan antaranak bangsa.

Ia mengatakan kedewasaan politik para tokoh bangsa itu perlu menjadi tuntunan karena walaupun terjadi perdebatan tajam tentang prinsip dan buah pikiran, tidak membuat mereka terpecah. Bahkan sebaliknya, jadi bersatu membangun Indonesia.

“Menarik mereka bisa duduk bersama. Mereka bisa menjaga perasaan kebersamaan sebagai bangsa. Mudah-mudahan PKS bisa memainkan peran ini dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Hal senada dikatakan Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri yang menyebutkan komunikasi politik bersama Partai NasDem bisa memunculkan optimisme dalam membangun bangsa. Cara sederhana tapi sulit karena harus mengalahkan ego itu menarik perhatian publik dan bisa berbuah dukungan terhadap PKS.

“Tadi dengan Pak Gubernur juga berpelukan. Itu saya yakin kalau ada pemilu sekarang, naik suara kita itu,” jelasnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh kader PKS untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kegiatan politik.

“Bagaimana kita membangun silaturahim, berkumpul, bersilaturahim juga membaur untuk kerja sama,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Salim menyebutkan pilihan politik menjadi oposisi pada pemerintahan kedua Presiden Jokowi dapat memberikan banyak manfaat bagi partainya. Salah satunya sikap itu memberi peluang bagi PKS mendapatkan banyak simpati dari masyarakat.

“Pada pemilu lalu suara PKS naik, tapi tantangan yang akan kita hadapi tak kalah berat, tambah lagi berat. Apalagi kita menyatakan diri sebagai oposisi,” tukasnya

Partai Gelora

Pada kesempatan itu, anggota Komisi VII DPR, Tifatul Sembiring, mengaku belum ada pemecatan kader PKS terkait dengan berdirinya Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.

“Belum ada pemecatan, paling diturunkan dalam peringkat anggota,” kata Tifatul.

Menurut Tifatul, sama halnya dengan parpol lain, di PKS pun biasa jika ada anggota yang masuk atau keluar. Namun, ia menilainya tidak etis jika ada kader yang bergabung menjadi anggota di dua partai politik berbeda, atau ia sebut dengan istilah berdiri dua kaki. “Wajar-wajar saja, kan tidak mungkin jika satu di partai A, lalu dua di partai B, misalnya,” ujar dia.

Tifatul tidak mempermasalahkan berdirinya Partai Gelora Indonesia yang dipimpin mantan elite PKS, Anis Matta dan Fahri Hamzah. Namun, Tifatul meminta agar PKS tidak diacak-acak.

“Bagi saya, kalau mereka buat partai baru, ya monggo, tapi jangan ngacak-ngacak lagi di sini,” ujar Tifatul.

 

sumber : mediaindonesia

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi