Operasi Liong Kapuas 2026 Digeber, Polisi Rangkul Tokoh Agama Demi Harmoni di Pontianak
Pontianak – Kepolisian terus memperkuat langkah pencegahan guna menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat di tengah momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan. Melalui Operasi Liong Kapuas 2026, Satgas Preemtif Subsatgas Binmas Polresta Pontianak mengintensifkan kegiatan sambang dan koordinasi dengan tokoh agama di Kota Pontianak, Jumat (27/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Bulan Suci Ramadan 1447 H serta rangkaian perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili yang menjadi agenda penting bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas Preemtif mengunjungi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak, Drs. H. Abdul Syukur, di kediamannya di kawasan Pontianak Barat. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menegaskan komitmen bersama dalam menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto melalui Kasatgas Preemtif AKP R. Guzel menyampaikan bahwa pendekatan dialogis dan humanis menjadi strategi utama dalam Operasi Liong Kapuas 2026.
Menurutnya, momentum Ramadan dan Cap Go Meh yang berlangsung dalam waktu berdekatan memerlukan perhatian khusus agar potensi gangguan sosial dapat dicegah sejak dini.
“Melalui sambang dan koordinasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama dan FKUB, untuk bersama-sama menjaga kerukunan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peran strategis tokoh agama dalam memberikan imbauan kepada umat agar tetap menjaga ketertiban, menghormati perbedaan, serta menciptakan suasana damai selama pelaksanaan ibadah Ramadan maupun rangkaian kegiatan Cap Go Meh.
Ketua FKUB Kota Pontianak, Abdul Syukur, menyambut positif langkah kepolisian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama menjadi kunci utama dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Pontianak.
“Kami mendukung penuh upaya Polresta Pontianak dalam menjaga stabilitas keamanan dan mempererat toleransi antarumat beragama,” katanya.
Polresta Pontianak berharap kegiatan sambang ini dapat memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para tokoh agama. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Kota Pontianak tetap berada dalam situasi yang aman, damai, dan kondusif selama Ramadan hingga seluruh rangkaian perayaan Cap Go Meh berlangsung.
Langkah preemtif dan pendekatan humanis ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan keamanan yang tidak hanya berbasis penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat. (*)