oleh

Pabrik Jamu Palsu di Kroya Tembus Omset Miliaran Rupiah

bhinnekanusantara.id – Kisah penggerebekan pabrik jamu palsu di Desa Desa Kedawung Kecamatan Kroya terjadi lagi. Kali ini, polisi menggerebek sebuah pabrik jamu beromset miliaran rupiah per tahun pada Rabu (6/3) lalu. Pemilik sekaligus peracik, SU (41) yang beralamat di Jalan Jeruk Manis Desa Kedawung Kecamatan Kroya ikut ditangkap pada penggerebekan tersebut.

Polisi pun mengamankan ribuan bungkus jamu siap edar, alat peracik tradisional, dan bahan yang digunakan pelaku untuk produksi jamu palsu. Kapolres Cilacap AKPB Djoko Julianto mengatakan, sejauh ini polisi baru mengamankan satu pelaku.

“Pelaku sudah produksi jamu palsu itu selama satu tahun lebih. Baru hari ini kita amankan, setelah beberapa kali kita melakukan penyelidikan di lokasi,” ucapnya, Jumat (8/3). Pelaku memproduksi jamu palsu dengan menggunakan campuran-campuran obat.

Semua dikerjakannya tanpa mengindahkan aturan di dunia kesehatan. Dalam praktiknya, pelaku mencampur tepung, jahe, panadol dan cabai Jawa untuk diracik menjadi jamu.

“Dalam usahanya, pelaku menggunakan Sildenafil (bahan baku viagra). Bahannya satu, cuma dikemas untuk berbagai jenis jamu. Baik itu untuk jamu sakit kepala, jamu kuat, dan sebagainya,” ungkap Djoko.

Dia menuturkan, pelaku mengaku dibantu beberapa pekerja dalam usahanya. Termasuk untuk mengirim jamu palsu tersebut ke daerah luar Jawa sesuai pesanan yang ada. Pelaku diduga memiliki akses ke agen-agen di luar Jawa yang biasa mendistribusikannya langsung ke masyarakat.

“Yang bersangkutan produksinya lumayan besar. Omsetnya kurang lebih hampir Rp 500 juta setiap bulannya. Miliaran rupiah dalam setahun, ” ungkap Djoko.

Atas kegiatannya tersebut, pelaku bisa terkena pasal 196 Jo pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 sub pasal 197 Jo pasal 106 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman pidana pelaku di atas 5 tahun, dan denda Rp 1,5 milar,” ucapnya. Djoko menambahkan, selain melakukan penangkapan, pihaknya juga sudah memeriksakan barang bukti ke Labfor cabang Semarang. Pemilik pabrik jamu palsu, US kepada media menyebutkan, dia menggunakan beberapa campuran seperti jahe dan cabai Jawa.

Dia juga menggunakan bahan kimia Sildenafil, bahan obat kuat untuk stamina. Dia mengaku mendapatkan obat tersebut dari temannya yang berada di Jakarta. “Pesen lewat online,” ucapnya. US yang dalam praktiknya dibantu 3 orang ini mengaku, semua isi jamu palsu yang dia buat adalah bahan yang sama.

Cuma kemasannya yang dibuat berbeda. Dalam kemasan tersebut, dia mengaku menaruh nomor registrasi palsu untuk meyakinkan pembeli.

Dia juga menggunakan nama perusahaan lama yang sudah tidak beroperasi, tetapi masih dikenal masyarakat. “Dulu kan ada perkumpulan koperasinya. Sekarang sudah tidak ada,” ungkapnya.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa ribuan bungkus jamu. Diantaranya satu dus isi jamu merk Reximal berisi 10 bungkus, satu dus isi jamu merk Lasmi berisi 37 pack.

Satu dus isi jamu merk Okura berisi 47 pack, satu dus isi jamu merk Grenk berisi 9 pack, dan 608 bungkus. Kemudian satu dus isi jamu merk Urat Kuda berisi 56 pack, satu dus isi jamu merk Afrika Black Ant sebanyak 249 bungkus plastik.

Tidak hanya itu, dari pelaku juga diamankan 950 bungkus isi jamu merk Kopi Cleng. Satu dus isi jamu merk Xian Ling berisi 120 pack. Satu karung berisi plastik besar berisi serbuk warna coklat. Satu plastik besar berisii serbuk warna coklat yang sudah di campur dengan BKO (bahan kimia obat), dan diikat tali rafia hitam.

Petugas juga mengamankan mesin press, satu karung bungkus kosong, yang diduga akan digunakan sebagai kemasan jamu palsu.

 

Sumber : Radar Banyumas

Editor : Bhuwananda IMM Polda Jateng