Pakar Hukum Pidana Sebut Penetapan Tersangka Robertus Robert Tidak Objektif

Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai, penetapan tersangka terhadap Robertus Robert (RR) kurang objektif. Mengingat pasal yang disangkakan tidak sesuai dengan apa yang dilakukan.

Menurut Fickar, penerapan pasal 28 ayat 2 terhadap Robertus kurang tepat dan kabur, karena tidak terbukti pernah menyebarkan atau mentransmisikan gambar kegiatan yang menjadi dasar menetapkannya sebagai tersangka.

“Karena RR tidak pernah menyebarkan atau mentransmisikan gambar kegiatanya. Beredarnya gambar itu bukan dilakukan oleh RR. Maka itu tidak beralasan terhadap RR diterapkan pasal ITE,” ujar Fickar, Kamis (7/3/2019).

Sebagai pakar hukum Pidana, Fickar menyesalkan bahwa ujaran kebencian dijadikan pasal karet oleh kelompok tertentu untuk menjatuhkan lawan politiknya. Apalagi sampai menimpa aktivis seperti saat ini terjadi kepada Robertus.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada pihak penegak keadilan republik Indonesia dalam hal ini kepolisian agar bersikap adil dan independen. Jangan sampai ada kepentingan dibalik penerapan pasal karet tersebut.

“Ini preseden buruk peradilan kita, harus segera disadarkan dan dibangunkan, bahwa ujaran kebencian merupakan pasal karet yang dapat digunakan dalam segala kepentingan,” tegas Fickar mengenai penetapan tersangka terhadap Robertus Robert.

 

 

Sumber : TimesIndonesia

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng