Pakistan Tangkap Lebih dari 100 Tersangka Anggota Kelompok Ekstremis

Pakistan – Pemerintah Pakistan terus meningkatkan perlawanan terhadap kelompok- kelompok ekstremis di negaranya, setelah serangan yang memicu ketegangan dengan India di Kashmir. Operasi perlawanan yang diumumkan pada Senin (5/3/2019) itu sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan kelompok ekstremis di kawasan Kashmir, Himalaya, yang menewaskan 40 anggota paramiliter India, pada Februari lalu.

Otoritas berwenang dikabarkan telah menahan lebih dari 100 tersangka anggota dari dua kelompok ekstremis di Pakistan yang menjadi sasaran dalam operasi perlawanan tersebut. “Sampai dengan hari ini, lembaga penegak hukum telah menangkap 121 orang di bawah penahanan preventif,” kata Kementerian Dalam Negeri Pakistan dalam pernyataannya, Kamis (7/3/2019).

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada AFP, bahwa petugas keamanan telah menahan anggota dari kelompok Jaish-e-Mohammad (JeM) dan Jamaat-ud-Dawa (JuD). Kelompok JeM adalah yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kashmir pada 14 Februari lalu yang menewaskan 40 paramiliter India.

Sementara JuD merupakan kelompok yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh PBB dan disebut sebagai garda terdepan dari kelompok militan Lashkar-e-Taiba, yang dituduh menjadi dalang serangan teror di Mumbai dan menewaskan lebih dari 160 orang pada 2008.

Pemimpin JuD, Hafiz Saeed, telah masuk dalam daftar buronan AS dan bernilai uang hadiah 10 juta dollar AS bagi pihak yang berhasil menangkapnya. Sebuah sumber AFP mengkonfirmasi bahwa otoritas berwenang telah melakukan penangkapan terhadap tersangka anggota kelompok militan setiap hari.

Hampir 200 sekolah keagamaan, serta sejumlah rumah sakit dan organisasi amal lainnya, yang dijalankan oleh kelompok-kelompok militan telah disita dan operasionalnya diserahkan kepada pemerintah provinsi. Sementara disampaikan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Shehryar Afridi, pada Selasa (6/3/2019), peningkatan perlawanan terhadap kelompok ektremis itu tidak berkaitan dengan desakan pemerintah India.

Insiden serangan teror bom bunuh diri di Kashmir India bulan lalu telah memicu peningkatan ketegangan antara Islamabad dengan New Delhi, hingga terjadi saling serang menggunakan jet tempur dan baku tembak di daratan.

 

 

Sumber : Kompas

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng