Pelajar Asal Papua Serukan “Papua Adalah Indonesia

bhinnekanusantara.id – Pelajar SMA dan SMK  asal Papua yang ada di Semarang menghimbau untuk menjaga NKRI dengan tidak terpancing issu-issu yang dapat memecah belah.

Hal tersebut disampaikan pelajar SMA dan SMK asal Papua saat ngobrol bareng rekan media di ruang wartawan komplek Kantor Gubernur Jateng, Jumat (15/11/2019).

Anderson Natkime, pelajar SMA Santo Michael asal Timika yang sempat pulang karena termakan issu mengaku menyesal pulang ke Papua.

“Saya pulang ke Timika karena saya merasa issu itu mengharuskan pulang. Namun kalau tidak kembali ke Semarang saya tidak bisa lulus sekolah tahun ini,” ujar Anderson.

Selain itu lanjut Anderson, kembalinya ke Semarang karena sudah nyaman dan merasa seperti daerahnya sendiri.

“Saya sangat nyaman di Semarang  orangnya ramah-ramah dan tidak membedakan, makanya tugas saya menyelesaikan sekolah, menjadi pintar dan selanjutnya membangun Papua,” ujar Anderson.

Pelajar yang lain Maria, pelajar SMK Bagimu Negeri mengaku tidak terpancing dengan issu-issu yang memecah belah Papua.

“Saya sempat ditanya sama orang tua mengenai kondisi di Semarang, saya jawab Semarang aman-aman saja dan nyaman, makanya saya tidak terpancing,” tambah Maria.

Maria juga menghimbau untuk semua pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk tidak terpancing terhadap issu-issu yang bisa memecah belah.

“Tidak usah terpancing issu, belajar saja untuk masa depan kita sendiri, Papua adalah Indonesia, satu bahasa, satu bangsa, satu NKRI,” tandas Maria.

 

sumber : agussaibumi

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi