Pemakaman Pasien Corona yang Meninggal Dijaga Polisi

bhinnekanusantara.id – Seorang pasien dalam pantauan (PDP) Corona di Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga meninggal dunia. Meski tidak ada penolakan dari masyarakat setempat, namun proses pemakamannya dijaga oleh personel Satsabhara Polres Purbalingga dan Polsek Rembang.

“Walaupun tidak ada penolakan dari warga namun kita tetap siagakan personel pengamanan. Hal itu dilakukan untuk menjamin prosesi pemakaman pasien dalam pantauan berjalan aman dan lancar,” kata Kapolsek Rembang AKP Sunarto, Minggu (5/4).

Camat Rembang, Revon Hapriandiat mengatakan, pasien meninggal asal rembang berjenis kelamin perempuan berinisial WI (22) warga Dusun Pasedahan, Desa Losari, Kecamatan Rembang. Sebelum meninggal, yang bersangkutan mengalami sakit dan dirawat di rumah kakaknya di Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang selama tiga pekan.

“Namun karena kondisi pasien semakin memburuk, akhirnya dilarikan ke RS Siaga Medika Purbalingga pada Jumat, 3 April lalu,” katanya.

Revon menambahkan, sebelum pemakaman, Forkompincam dan pihak desa terlebih dahulu berkomunikasi dengan warga desa setempat. Semua warga menerima, tidak ada penolakan. Apalagi jenazah dimakamkan di tahan pribadi milik orang tuanya.

Pemakaman dilakukan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Purbalingga dan relawan. Mereka menggunakan alat pelindung diri (APD). Pemakaman berjalan lancar.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pemakaman jenazah. Kepada masyarakat, saya sampaikan, jenazah yang terinveksi virus Korona itu sudah aman karena sudah dilakukan penanganan sesuai SOP,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, yang bersangkutan memiliki keluhan sesak nafas, batuk, nyeri pada ulu hati, mual, muntah, sariawan, pendengaran berkurang, mencret dan berat badan menurun. Dari sejumlah keluhan itu, pihak rumah sakit akhirnya menetapkan pasien sebagai PDP Covid-19 alias Corona.

Pihak rumah sakit juga melakukan pengecekan SWAB terhadap pasien dan sampelnya dikirim ke laboratorium kesehatan di Yogyakarta. Namun hasil pengecekan SWAB dari Yogyakarta belum keluar, pasien terlebih dulu meninggal.

Sesuai standar operasional dan prosedur (SOP), penanganan pemakaman pasien tersebut harus seperti terhadap pasien positif Corona. Jenazah disemprot cairan sterilisasi, dibungkus plastik dan dimasukkan dalam peti jenazah. (dealova)