Pembukaan Ruas Jalan di Kota Semarang, Begini Pesan Kasatlantas Polrestabes

bhinnekanusantara.id – Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengingatkan kepada warga Kota Semarang untuk tetap waspada pasca dibukanya ruas jalan di Kota Semarang.

“Saya berpesan kepada warga Kota Semarang bahwa virus Corona belum dinyatakan hilang.

Untuk itu saya mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan lainnya,” ujarnya, Senin (15/6/2020).

Dia menegaskan, pembukaan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya ditutup saat masa PKM Kota Semarang hasil dari kesepakatan forum pimpinan Kota Semarang yang dipimpin langsung oleh Walikota Semarang.

Hasil kesepakatan itu menyatakan pembukaan ruas jalan dimulai Senin hingga Kamis selama 24 jam.

Sementara khusus Jumat hingga Minggu jalan dibuka mulai pukul 06.00-21.00.

Dia menyebut setelah pembukaan ini akan dilakukan evaluasi apakah pembukaan akan terus berlanjut atau sebaliknya.

“Kami menunggu intruksi tim gugus tugas Covid-19 Kota Semarang karena mereka yang memiliki wewenang penyekatan pembatasan kegiatan masyarakat.”

“Nanti evaluasi akan menyeluruh apakah ada pembukaan ruas jalan seperti sediakala yang disusul dengan pembukaan fasilitas umum lainnya,” bebernya.

Ardi menambahkan, penutupan jalan hingga empat tahap saat masa PKM Kota Semarang dinilai efektif untuk mengurangi aktifitas warga Kota Semarang terutama di pusat kota.

“Sejauh ini saya nilai efektif lantaran terdapat penyekatan arus lalu lintas yang mengurangi ruang gerak warga yang diharapkan memutus rantai penyebaran virus corona,” tandasnya.

Kata Walikota

Senin (15/6) Pemerintah Kota Semarang bersama Polrestabes Semarang mulai melonggarkan kebijakan pengalihan arus untuk membatasi kegiatan masyarakat, guna menekan penyebaran COVID-19.

Sejumlah ruas jalan yang semula ditutup pada masa pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) jilid 1 dan 2, saat ini telah mulai dibuka.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama dengan Satlantas Polrestabes Semarang pun terlihat menyingkirkan pembatas jalan di sejumlah ruas sejak pagi hari.

Adapun ruas jalan yang semula ditutup dan kemudian telah kembali dibuka antara lain, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Lamongan, Jalan Tanjung, Jalan Ngesrep Timur V, Jalan Sukun Raya, Jalan Supriyadi dan Jalan Lamper Tengah. Selain itu, beberapa jalan protokol seperti Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan dan Jalan Gajah Mada juga sudah difungsikan kembali.

Dengan adanya kebijakan pembukaan kembali ruas jalan yang semula ditutup, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap perekonomian di Ibu Kota Jawa Tengah dapat kembali berangsur pulih.

“Ya.. mulai Senin beberapa ruas jalan kita buka, supaya ekonominya mulai berkembang menuju lebih baik,” aku Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu.

“Insya Allah perjalanan ke depan nanti, kalau kita bersepakat bisa berdisiplin, kemudian ekonomi bisa kita jalankan, ya Insya Allah bisa lebih baik,” tuturnya.

Hendi sendiri sebelum ini juga sempat menyinggung niataannya untuk melakukan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat secara bertahap di Kota Semarang.

Pasalnya terkait New Normal, Kota Semarang telah dipersiapkan lebih awal, yaitu dengan menetapkan PKM yang esensinya hampir sama dengan New Normal untuk daerah yang memberlakukan PSBB.

Dimana sebelum melakukan kebijakan pembukaan ruas jalan, Hendi juga sudah lebih dulu mengeluarkan panduan kegiatan pada tempat ibadah, di tempat olah raga, juga peningkatan batasan jumlah warga dalam suatu kegiatan, yang semula 10 orang menjadi 30 orang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, untuk saat ini pembukaan jalan dilakukan sampai dengan hari Jumat.

“Guna menghindari keramaian dan kerumunan warga, pada akhir pekan mulai Jumat pukul 21.00 WIB hingga Senin pagi jam 06.00 WIB, ruas jalan kita tutup.

Dengan kata lain, pembukaan ruas jalan kita lakukan sampai Jumat,” ujar Danang. (dealova)