Pemuda Mabuk Berbuat Onar di Warung Rica-Rica, Polresta Pati Lakukan Pengejaran
PATI – Penjaga warung rica-rica di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jakenan mendapatkan aksi tak mengenakkan pada Kamis (16/10) dini hari.
Sekelompok pria yang diduga tengah mabuk berbuat rusuh hingga pengrusakan.
Terkait hal itu, Polresta Pati kini tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Polisi juga berupaya memburu para terduga pelaku.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Jakenan, AKP Agus Arifin mengatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa kursi plastik pecah, meja kayu jati rrusak serta pembatas jalan dari bahan cor.
“Kami sudah memeriksa korban dan saksi, serta mengumpulkan bukti di lapangan. Dugaan sementara, para pelaku marah karena tidak terima warung ditutup saat mereka datang dalam kondisi mabuk,” jelas AKP Agus Arifin.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas para pelaku yang melarikan diri usai melakukan pengrusakan.
“Kami sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku, di antaranya satu berbadan gendut tanpa baju dan satu lagi berambut pirang. Tim kami sedang melakukan penelusuran,” tutur AKP Agus Arifin.
Ia menegaskan, kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang melakukan tindakan anarkis.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Polsek Jakenan berkomitmen memproses kasus ini secara profesional,” ujar dia.
Pemilik warung, Ani Nur menjelaskan kejadian ini terjadi sepekan yang lalu tepatnya pada Kamis (17/10) lalu. Namun dia baru berani memviralkan kejadian tersebut di media sosial.
Dia bercerita, kejadian bermula saat ada sekelompok orang yang diduga mabuk datang ke warungnya. Tanpa alasan sekelompok orang itu memancing emosi pelanggan lain yang ada di warung.
“Awalnya orang-orang itu datang ke warung saya bawa minuman keras dari luar, mancing emosi pelanggan saya. Mulai dari lempar kacang dan lempar topi.
Tapi pelanggan saya yang di dalam warung tidak merespon,” kata Ani kepada awak media.
Akhirnya, adiknya kala itu berupaya menutup warung. Hanya saja hal itu justru membuat sekelompok pria itu marah. Bahkan adiknya mendapatkan perilaku tak mengenakkan hingga mendapatkan aksi pelecehan.