Pengamanan Handak Komersial Jadi Sorotan, Asosiasi Pengguna Akhir Temui Polri

Pengamanan Handak Komersial Jadi Sorotan, Asosiasi Pengguna Akhir Temui Polri

Jawa Barat - Pengurus Asosiasi Pengguna Akhir Handak Komersial mengadakan pertemuan dengan pihak kepolisian dalam rangka diskusi, mengimbau dan mengingatkan untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan bahan peledak atau handak komersial khususnya di wilayah Cigudeg dan Rumpin Kabupaten Bogor.

‎Dalam kegiatan produksinya, perusahaan–perusahaan tambang tersebut menggunakan bahan peledak komersial sehingga penyimpanannya, pengangkutannya dan penggunaanya harus diawasi dan dikendalikan. Namun, pasca kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM aktiftas pertambangan saat ini terhenti dan bahan peledak yang tidak digunakan memiliki kerawanan yang dapat disalahgunakan.

Polri melalui Dit Kamneg Baintelkam mendorong pihak Asosiasi Pengguna Akhir Bahan Peledak untuk dapat meningkatkan pengawasan dan pengamanan bahan peledak yang dimiliki selama aktifitas pertambangan terhenti, agar bahan peledak yang ada tidak disalahgunakan dan tidak mangkrak, dengan melakukan hibah ke produsen bahan peledak atau alih guna ke sesama pengguna akhir lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pengguna Akhir Handak Komersial siap untuk aktif menjaga keamanan gudang dan bahan peledak di seluruh perusahaan tambang pengguna bahan peledak di Kabupaten Bogor khususnya pasca terbitnya kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait penghentian aktifitas pertambangan sementara. Asosiasi Pengguna Akhir Bahan Peledak akan terus bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kementerian ESDM dan Kepolisian untuk menjaga keamanan bahan peledak yang dimiliki.

Read more